Minggu, 3 Mei 2026

Tanggapan Guru Besar Farmasi UGM soal Ucapan Dokter Lois yang Kontroversial

Sosok dokter Lois mendadak ramai diperbincangkan setelah mengeluarkan ucapan kontroversial

Tayang:
Dok Fakultas Farmasi UGM
Guru Besar Farmasi UGM Prof Zullies Ikawati. Dalam artikelnya berjudul "Benarkah Kematian Pasien Covid Akibat Interaksi Obat?", Prof. Zullies mengatakan, interaksi obat tak semudah itu menyebabkan kematian pasien Covid-19. 

Sontak hal itu menimbulkan pertanyaan dan keresahan masyarakat, karena hal itu bertentangan dengan fakta-fakta yang selama ini dipercaya.

Tulisan ini akan mengangkat tentang “interaksi obat”. Apa sih interaksi obat? Apa benar bisa menyebabkan kematian ?

Apa Itu Interaksi Obat?

Interaksi obat adalah adanya pengaruh suatu obat terhadap efek obat lain ketika digunakan bersama-sama pada seorang pasien.

Secara umum, interaksi ini dapat menyebabkan meningkatnya efek farmakologi obat lain (bersifat sinergis atau additif), atau mengurangi efek obat lain (antagonis), atau meningkatkan efek yang tidak diinginkan dari obat yang digunakan

Karena itu, sebenarnya interaksi ini tidak semuanya berkonotasi berbahaya, ada yang menguntungkan, ada yang merugikan. Jadi tidak bisa digeneralisir, dan harus dikaji secara individual.

Kapan Interaksi Obat Dapat Menguntungkan?

Banyak kondisi penyakit yang membutuhkan lebih dari satu macam obat untuk terapinya, apalagi jika pasien memiliki penyakit lebih dari satu (komorbid).

Bahkan satu penyakitpun bisa membutuhkan lebih dari satu obat. Contohnya hipertensi.

Pada kondisi hipertensi yang tidak terkontrol dengan obat tunggal, dapat ditambahkan obat antihipertensi yang lain, bahkan bisa kombinasi 2 atau 3 obat antihipertensi.

Dalam kasus ini, memang pemilihan obat yang akan dikombinasikan harus tepat, yaitu yang memiliki mekanisme yang berbeda, sehingga ibarat menangkap pencuri, dia bisa dihadang dari berbagai penjuru.

Dalam hal ini, obat tersebut dapat dikatakan berinteraksi, tetapi interaksi ini adalah interaksi yang menguntungkan, karena bersifat sinergis dalam menurunkan tekanan darah.

Memang tetap harus diperhatikan terkait dengan risiko efek samping, karena semakin banyak obat tentu risikonya bisa meningkat.

Bagaimana dengan terapi Covid? Covid memang penyakit yang unik di mana kondisi satu pasien dengan yang lain dapat sangat bervariasi.

Pada Covid yang bergejala sedang sampai berat misalnya, maka dapat terjadi peradangan paru, gangguan pembekuan darah, gangguan pencernaan, dan lain-lain. Karena itu, sangat mungkin diperlukan beberapa macam obat untuk mengatasi berbagai gangguan tersebut, di samping obat antivirus dan vitamin-vitamin.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved