NATUNA TERKINI
Kantor RRI Ranai Natuna Rusak Akibat Dihantam Angin Kencang disertai Hujan
Angin kencang disertai hujan melanda wilayah Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Timur Laut Natuna, Rabu (14/7) dini hari. Kantor RRI Ranai rusak
Penulis: agus tri | Editor: Dewi Haryati
Laporan kontributor Tribunbatam.id, Wina
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Angin kencang disertai hujan yang terjadi sejak pukul 04.00 WIB, Rabu (14/7/2021) dini hari di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur dan wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut Natuna, menerbangkan atap rumah warga yang berada di kawasan pesisir tersebut.
Angin yang datang dari arah Gunung Ranai atau lazim disebut Angin Barat Daya oleh masyarakat Natuna itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat.
Kantor RRI Ranai mengalami kerusakan parah, termasuk gangguan jaringan pemancar radio, dan terpaksa offair untuk hari ini gegara dihantam angin kencang disertai hujan.
"Untuk hari ini kami terpaksa off siaran mulai pukul 06.28 WIB, sampai kondisi membaik, " kata Kepala LPP RRI Ranai, Joni Baso.
Selain itu kerusakan juga dialami oleh Batalion Komposit Gardapati , yang berada di Desa Sepempang. Sebagian atap perumahan terbang dan kaca jendela serta pintu hancur berantakan.
Baca juga: Info Cuaca Kepri Rabu 13 Juli 2021, Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Lingga
Sementara itu prakirawan BMKG Ranai, Reza Fahlevi mengatakan, badai angin yang terjadi dini hari tadi dengan kecepatan 16 knot hanya terjadi di wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut dan sebagian wilayah Kecamatan Bunguran Timur yang merupakan daerah pesisir.
Badai angin berasal dari arah selatan menuju barat daya. Meskipun saat ini angin kencang sudah mulai mereda, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada.
Itu karena hujan masih turun, dan dimungkinkan akan terjadi angin susulan.
Natuna Masuk Kategori Non Zona Musim
Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai, kondisi cuaca di Natuna sejauh ini tidak dapat diprediksi.
Lantaran Natuna masuk dalam kategori Non Zona Musim. Hal ini menyebabkan cuaca dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.
Non Zona Musim (Non ZOM) adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya tidak memiliki perbedaan jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan.

Namun menurut prakirawan BMKG Ranai Prabu Aditia, dalam perhitungan cuaca yang dimiliki BMKG pada bulan Juli hingga September mendatang, wilayah Natuna sudah masuk dalam musim hujan dengan intensitas tinggi.
"Seharusnya sekarang memang sudah dalam masa penghujan dengan intensitas tinggi, namun karena kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi bisa saja meleset perkiraan itu," ungkap Prabu, Rabu (14/7/2021).
Selain intensitas hujan yang cukup tinggi, kondisi gelombang di perairan Natuna utara saat ini juga cenderung tinggi. Bahkan mencapai 4,5 meter.