BATAM TERKINI
Kapal Pelni KM Kelud Sepi Penumpang Imbas PPKM Darurat Batam
Selain PPKM Darurat Batam, calon penumpang kapal Pelni KM Kelud mengeluhkan banyaknya persyaratan untuk bisa masuk Batam.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Batam begitu terasa di Pelabuhan Batu Ampar saat kapal Pelni KM Kelud tiba.
Pelabuhan yang biasanya ramai akan calon penumpang, penjemput hingga porter kini tampak lengang.
Tercatat hanya 55 penumpang KM Kelud yang berangkat dari Belawan, Provinsi Sumatra Utara dan Karimun, Provinsi Kepri turun di Pelabuhan Batu Ampar.
Serta 65 penumpang yang berangkat keluar Batam menggunakan transportasi laut ini.
Angka penumpang turun di Batam ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan pelayaran normal yang bisa mencapai 900 penumpang.
Selain karena PPKM Darurat Batam, persyaratan untuk bisa masuk dan keluar Batam ke daerah tujuan selama pandemi Covid-19 menjadi faktor lain menurunnya angka calon penumpang kapal Pelni ini.
Seperti untuk bisa masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, calon penumpang wajib mengantongi hasil tes PCR selain kartu vaksinasi minimal dosis pertama.
Ini sedikit berbeda untuk penumpang tujuan Karimun dan Belawan, Provinsi Sumatra Utara yang masih memberlakukan Rapid Test Antigen.
"Para penumpang yang akan ke Batam harus melengkapi surat tes Swab PCR yang harganya cukup mahal.
Sepertinya mahalnya tes Swab PCR dan juga banyak yang belum vaksin serta PPKM Darurat Batam menjadi salah satu penghambat masyarakat untuk bepergian," ungkap seorang staf Pelni cabang Batam Alexander kepada TribunBatam.id Rabu (14/7/2021).
Seorang penumpang yang turun di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Elvi membenarkan banyaknya persyaratan hingga warga berpikir ulang untuk berangkat.
Baca juga: PPKM Darurat Sulitkan Warga Batam Cari Nafkah, Rudi : Sebenarnya Saya Sedih, Semoga Selesai 9 Hari
Baca juga: Hari Kedua PPKM Darurat, Pasien Covid-19 di Kepri Bertambah 539 Orang
Ia mengaku harus merogoh kocek hingga ratusan ribu Rupiah karena harus masuk kerja dalam beberapa hari kedepan ini.
"Banyak kawan yang pikir-pikir mau berangkat sejak PPKM Darurat Batam ini.
Biaya tes PCR itu mahal, belum lagi harus divaksin.
Saya sendiri nekat saja sebab harus masuk kerja," sebutnya sembari buru-buru meninggalkan Dermaga Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/km-kelud-ppkm-darurat-batam.jpg)