Breaking News:

BATAM TERKINI

Anjing Pelacak Tim K-9 Bea Cukai Temukan Ganja dalam Paket Kiriman Ekspedisi ke Luar Batam

Anjing pelacak Tim K-9 Bea Cukai Batam menemukan dua bungkus ganja seberat 1.0508 gram dalam paket kiriman ekspedisi ke Makassar dari Batam.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Tim K-9 Bea Cukai Batam kembali menemukan dua bungkus ganja seberat 1.0508 gram di dalam paket barang kiriman, Selasa (22/6/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tim K-9 Bea Cukai Batam kembali menunjukkan kinerja maksimal yakni keberhasilan itu dibuktikan dengan ditemukannya dua bungkus ganja seberat 1.0508 gram di dalam paket barang kiriman, Selasa (22/6/2021).

“Kronologi berawal dari kegiatan rutinitas Tim K-9 Bea Cukai Batam memeriksa barang yang akan dikirimkan keluar Batam,” ungkap Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Undani kepada Tribun Batam, Kamis, (15/7/2021).

Undani menjelaskan saat Tim K-9 memeriksa rangkaian barang di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PK, anjing pelacak memberikan respon terhadap salah satu paket barang yang akan dikirim ke Ujung Pandang, Makassar dengan penerima seorang pria berinisial F, sedangkan pengirim paket diketahui seorang pria inisial A.

“Paket diketahui diberitahukan barang berupa baju dan makanan, namun setelah paket dibuka petugas menemukan dua bungkus plastik yang berisi rajangan daun dan biji yang mencurigakan, sehingga barang tersebut dibawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” lanjut Undani.

Baca juga: Masuk Batam Tanpa Bawa Hasil PCR, 6 dari 58 Penumpang Citilink Asal Padang Ternyata Positif Covid-19

Selanjutnya dilakukan uji laboratorium dan menunjukkan hasil bahwa barang tersebut mengandung senyawa cannabinol dan delta - 9 tetra hydro cannabivarian yaitu senyawa yang terdapat dalam marijuana.

Atas barang bukti selanjutnya diserahterimakan ke Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) untuk proses lebih lanjut.

“Upaya penyelundupan tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10 miliar,” kata Undani. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved