Breaking News:

CORONA KEPRI

Covid-19 Tanjungpinang di Hari Ke-3 PPKM Darurat, Ada Tambahan 68 Kasus Baru

Data per tanggal 14 Juli 2021, ada 1.589 pasien kasus aktif di Tanjungpinang. Bertambah 68 orang dibanding hari sebelumnya 1.521 pasien

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
FREEPIK.COM
Covid-19 Tanjungpinang di Hari Ke-3 PPKM Darurat, Ada Tambahan 68 Kasus Baru. Ilustrasi covid-19. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kasus perkembangan Covid-19 di Kota Tanjungpinang masih terus bertambah secara signifikan.

Hingga kini, data satuan gugus tugas Covid-19, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang per tanggal 14 Juli 2021, terdapat 6.412 total kasus aktif.

Dari jumlah ini, ada sebanyak 1.589 pasien kasus aktif. Terdiri dari 1.341 pasien isolasi mandiri, 95 pasien rawat di rumah sakit dan 153 pasien karantina di Lohass Hotel.

Ada pun jumlah pasien selesai isolasi sebanyak 4.651 dan 173 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Jika dibandingkan data per tanggal 13 Juli 2021, terdapat 6.233 total kasus dengan 1.521 pasien kasus aktif.

Baca juga: Masuk Batam Tanpa Bawa Hasil PCR, 6 dari 58 Penumpang Citilink Asal Padang Ternyata Positif Covid-19

Baca juga: Ini Komorbid yang Diderita Komisioner Bawaslu Batam, Nopialdi Sebelum Meninggal Akibat Covid-19

Itu artinya, ada penambahan sebanyak 68 kasus aktif baru di hari ketiga penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat di Tanjungpinang.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, nantinya Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang akan melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktivitas lainnya.

"Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan," ujar Rahma, Rabu (14/7/2021).

Rahma juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 ini.

"Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama," imbaunya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved