HUMAN INTEREST
Curhat Pedagang Pasar PPKM Darurat Batam, Dwi Kuras Tabungan Demi Bertahan Hidup
Kondisi PPKM Darurat Batam dirasakan benar oleh Dwi Sugiarsih, seorang pedagang di Pasar Tiban Center. Bagaimana kisahnya bertahan hidup?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setiap hari sejak pukul 05.30 WIB, Dwi Sugiarsih sudah membuka lapak dagangannya di Pasar Tiban Center, Kecamatan Sekupang, Batam, Provinsi Kepri.
Tepat di dekat salah satu pintu masuk pasar, wanita 47 tahun itu mulai menggelar dagangannya pada sepetak lapak di depan sebuah pintu ruko yang selalu tertutup.
Ia duduk di samping lapak jualannya sabar menanti orang yang membeli dagangannya.
Selain menjual aneka jamu, wanita asal Wonogiri Jawa Tengah ini juga menjajakan aneka kerupuk.
Waktu di Pasar Tiban Center ia habiskan hingga pukul 11.00 WIB.
Setelah dijemput oleh anak semata wayangnya, ia kembali beraktivitas.
Kali ini membantu usaha warung bakso anaknya di kawasan Bengkong.
Seperti tak ada kata istirahat yang terlintas dari Dwi Sugiarsih yang merantau ke Batam sejak 2001 ini.
Mengenai jualannya di Pasar Tiban Center, dua hingga tiga karung kerupuk setidaknya mampu ia jual dalam sehari.
Begitu pula dengan jamu yang mampu habis hingga berbotol-botol hanya dalam waktu setengah hari saja.
Tapi itu dulu, sebelum pandemi covid-19 masuk ke Batam.
Ditambah lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Batam.
Kini, membawa satu karung kerupuk saja, ia tak mampu menjual.
Sampai tengah hari, dagangannya hanya laku seperempat karung saja.
"Zaman corona ini benar-benar prihatin sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pedagang-di-pasar-tiban-center-dwi-sugiarsih.jpg)