Breaking News:

HUMAN INTEREST

Curhat Pedagang Pasar PPKM Darurat Batam, Dwi Kuras Tabungan Demi Bertahan Hidup

Kondisi PPKM Darurat Batam dirasakan benar oleh Dwi Sugiarsih, seorang pedagang di Pasar Tiban Center. Bagaimana kisahnya bertahan hidup?

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Penjual jamu dan kerupuk di Pasar Tiban Center Sekupang, Batam, Dwi Sugiarsih, Jumat (16/7/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setiap hari sejak pukul 05.30 WIB, Dwi Sugiarsih sudah membuka lapak dagangannya di Pasar Tiban Center, Kecamatan Sekupang, Batam, Provinsi Kepri.

Tepat di dekat salah satu pintu masuk pasar, wanita 47 tahun itu mulai menggelar dagangannya pada sepetak lapak di depan sebuah pintu ruko yang selalu tertutup.

Ia duduk di samping lapak jualannya sabar menanti orang yang membeli dagangannya.

Selain menjual aneka jamu, wanita asal Wonogiri Jawa Tengah ini juga menjajakan aneka kerupuk.

Waktu di Pasar Tiban Center ia habiskan hingga pukul 11.00 WIB.

Setelah dijemput oleh anak semata wayangnya, ia kembali beraktivitas.

Pengendara diperiksa di Posko Penyekatan PPKM Darurat, Tiban Center, Sekupang, Batam, Selasa (13/7/2021).
Pengendara diperiksa di Posko Penyekatan PPKM Darurat, Tiban Center, Sekupang, Batam, Selasa (13/7/2021). (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Kali ini membantu usaha warung bakso anaknya di kawasan Bengkong.

Seperti tak ada kata istirahat yang terlintas dari Dwi Sugiarsih yang merantau ke Batam sejak 2001 ini.

Mengenai jualannya di Pasar Tiban Center, dua hingga tiga karung kerupuk setidaknya mampu ia jual dalam sehari.

Begitu pula dengan jamu yang mampu habis hingga berbotol-botol hanya dalam waktu setengah hari saja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved