Rabu, 8 April 2026

Kasus Covid di Batam Meroket, Sehari per 16 Juli 2021 Capai 417 Pasien & 12 Kematian

Kasus penularan covid-19 di Batam kian meroket. Sehari atau per Jumat 16 Juli 2021 terpapar capai  417 Pasien dan 12 Kematian.

Tangkapan Layar/lawancorona.batam.go.id
Tangkapan Layar Pantau Perkembangan COVID-19 di Kota Batam per Jumat 16 Juli 2021 dari website resmi Pemko Batam Lawan Covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus penularan covid-19 di Batam kian meroket. Pemko Batam melaporkan secara resmi melalui lawancorona.batam.go.id, sehari atau per Jumat 16 Juli 2021 terpapar capai  417 Pasien dan 12 Kematian.

Sementara untuk data secara keseluruhan per Jumat 16 Juli 2021 terpapar capai 18.292 pasien. Dengan angka kematian 428 pasien.

Data kesembuhan 15.010 pasien, sedangkan yang masih menjalani perawatan mencapai 2 854 pasien. 

Sementara itu, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai 12 Juli 2021 lalu, tak ada tanda-tanda penurunan drastis. 

Bahkan sebaliknya, jumlah pasien di Batam kian meroket. 

Baca juga: Jokowi Pastikan PPKM Darurat di Perpanjang Hingga Akhir Juli, Juga Singgung Tentang Bantuan

Pemerintah Pusat Perpanjang PPKM

Secara nasional, PPKM Darurat resmi diperpanjang, keputusan tersebut sudah diambil oleh Presiden Jokowi.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah memutuskan memperpanjang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga akhir Juli 2021.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien COVID-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7/2021).

"Tadi Rapat Kabinet terbatas yang saya ikuti waktu saya di Sukoharjo (Jateng) sudah diputuskan Bapak Presiden dilanjutkan sampai akhir Juli PPKM ini," kata Muhadjir seperti dilansir Antara, Jumat (16/7/2021).

Presiden Jokowi, kata Muhadjir, juga menyampaikan bahwa keputusan memperpanjang PPKM darurat ini memiliki banyak risiko. 

Adapun, risiko itu termasuk bagaimana menyeimbangkan antara mendisiplinkan warga menaati protokol kesehatan sesuai standar PPKM dengan penyaluran bantuan sosial.

Bantuan sosial, menurut Muhadjir tidak mungkin ditanggung oleh pemerintah sendiri. Akan tetapi, bantuan itu gotong-royong bersama masyarakat dan sejumlah instansi lainnya.

"Bansos ini tidak mungkin ditanggung pemerintah sendiri sehingga gotong royong masyarakat, termasuk civitas academica UGM ini di bawah pimpinan pak rektor membantu mereka-mereka yang kurang beruntung akibat kebijakan PPKM ini," kata Muhadjir.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved