Siap-siap Sukses, Ini 6 Langkah Awal Memulai Bisnis Bagi Milenial
Di masa pandemi, harus pintar mengambil celah untuk mendirikan bisnis sekaligus mengembangkannya.
TRIBUNBATAM.id - Memulai berbisnis susah-susah gampang. Dibutuhkan keberanian, modal, dan ide kreatif agar bisnis yang dijalankan bisa lancar dan sukses sesuai yang diharapkan.
Bagi yang sudah berkiprah atau pernah menjalankan bisnis, mungkin tidak ada kesulitan ketika membuka bisnis atau usaha baru.
Berbeda dengan pemula yang berniat membuka usaha untuk pertama kalinya, salah satu bagian tersulit dari menjalankan bisnis adalah memulainya.
Memang, diperlukan beberapa hal yang harus jadi perhatian saat mendirikan usaha, terlebih di masa pandemi.
Baca juga: Mulai Hari Ini (16/7) Beli Tiket Lion Air Group Dapat Voucher Swab RT-PCR Rp 500.000
Banyak UMKM yang bisa bertahan, tetapi tak sedikit juga yang terkena pukulan.
Namun, bukan berarti harapanmu untuk sukses jadi pupus begitu saja.
Justru, di masa pandemi, kamu bisa mengambil celah untuk mendirikan bisnis sekaligus mengembangkannya.
Berikut 6 langkah awal yang harus diperhatikan pelaku usaha muda sebelum membangun bisnis!
1) Melihat peluang bisnis yang potensial
Amati tren dan kebutuhan apa yang sedang berlangsung saat ini. Misalnya, di masa pandemi, menjual kebutuhan rumah tangga dan produk kesehatan akan lebih menjanjikan. Atau, kamu bisa menjual frozen food dan bahan pangan lainnya.
Lebih mudah lagi, lakukan pengamatan di lingkungan sekitarmu. Misalnya, jika di daerahmu belum ada agen atau distributor barang dan jasa tertentu, kamu bisa mengambil alih jadi pelopor.
Yang tak kalah penting, tawarkanlah produk yang unik dan berkualitas dengan harga terjangkau. Dengan begitu, bukan tidak mungkin produk atau jasa yang ditawarkan lebih memikat di pasaran.
Baca juga: Ini Daftar Pekerjaan Berbasis Teknologi yang Paling Banyak Dicari pada 2021
2) Lakukan survei pasar
Survei pasar sangat penting untuk meningkatkan daya saing. Pertama, lakukan survei harga.
Carilah kisaran harga dari produk yang sama yang ditawarkan oleh kompetitor.