CORONA KEPRI
Vaksinasi Corona di Batam Terbatas, Camat Batuaji Minta Warganya Tak Panik
Selain Vaksinasi Corona di Batam, Camat Batuaji Ridwan Afandi juga meminta warganya untuk menaati aturan selama PPKM Darurat.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Camat Batuaji Ridwan Afandi meminta warganya yang belum divaksin corona untuk mendaftar ke RT dan RW tempat tinggal mereka.
Ini setelah Vaksinasi Corona di Batam terbatas imbas dari ketersediaan stok vaksin.
Ridwan juga meminta warga untuk tidak panik dan menghindari keluar rumah jika benar-benar tidak perlu.
Apalagi saat PPKM Darurat Batam yang membatasi mobilitas masyarakat.
"Mohon bersabar bagi warga yang belum divaksin.
Setelah vaksin covid-19 tersedia, kami kembali menggelar vaksinasi pada tingkat RW agar tidak terjadi kerumunan," ucapnya, Jumat (16/7/2021).
Camat Batuaji itu juga meminta warga untuk melapor kepada petugas jika ada warga yang belum mendapat vaksin corona tapi mengharuskan diri untuk keluar rumah.
Ini menurutnya penting agar tidak terjadi ketegangan saat pengawasan PPKM Darurat Batam.
Dia juga mengharapkan seluruh masyarakat Kecamatan Batuaji agar menghindari bersitengang dengan petugas di pos PPKM.
Ridwan juga mengucapkam terimakasih kepada masyarakat dimana hari kelima pelaksanaan PPKM, aktifitas masyarakat di luar rumah terus berkurang.
"Petugas di pos PPKM juga manusia. Mungkin mereka capek.
Jadi kalau ada masyarakat yang diingatkan ya terima saja, agar tidak terjadi ketegangan.
Ini untuk kebaikan kita bersama,"kata Ridwan.
Kami mengimbau masyarakat agar sama-sama menekan angka kenaikan jumlah pasien covid-19 dinKota Batam.
Harapan kita, tentu pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar aktivitas atau kegiatan masyarakat kembali normal," katanya.
Baca juga: Aksi Tipu Vaksinasi Corona di Batam, 5 Mahasiswa Bisa Raup Rp 5 Juta Sehari
Baca juga: Update Corona Kepri, Pasien Sembuh Tambah 579 Orang, Paling Banyak di Batam
Warga Belum Divaksin Takut Keluar Rumah
Lima hari sejak penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daruruat, di Kota Batam, banyak masyarakat mulai kelimpungan.
Pasalnya mau keluar rumah takut melintas pos PPKM karena belum divaksin akibat tak kebagian jatah vaksin.
Warga pun banyak yang menahan diri di rumah.
Tokoh masyarakat Kota Batam, Parlaungan Siregar, yang akrab dipanggil Presiden NATO, meminta pemerintah Kota Batam, agar terbuka dalam hal ketersediaan vaksin di Kota Batam.
"Agar saat warga ditanya petugas yang jaga di Pos PPKM bisa memberikan jawaban tanpa harus berdebat ," kata Presiden NATO, Jumat (16/7/2021).
Presiden Nato mengatakan, selama ini sejak mulai dilaksanakannya vaksinasi, antusias masyarakat sangat tinggi.
"Jadi kita pastikan bahwa masyarakat Batam sangat mendukung program pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi," kata Presiden NATO.
Sampai saat ini sudah lebih dari 50 persen masyarakat Kota Batam yang sudahdivaksin tahap pertama.
"Jadi ini jelas dan menjadi bukti bahwa masyarakat sangat mendukung program pemerintah, bahkan kalau kita lihat di lapangan Nakes kita kewalahan melayani masyarakat," kata Presiden nato.
Dia menjelaskan dalam aturan PPKM ada satu point bahwa warga yang belum divaksin, jika tidak tahu memberikan jawaban kenapa belum divaksin, tidak bisa melintas dari Pos PPKM.
"Kita khawatir nanti petugas dan masyarakat berdebat, Ini yang harus dihindari. Kita tahu seluruh petugas di Pos PPKM capek, tapi kita juga perlu menyadari bahwa masyarakat yang keluar rumah itu ada kebutuhan," kata Presiden NATO.
Dia berharap pemerintah Kota Batam, dan pemerintah Provinsi terus menggesa, agar vaksin cepat tersedia dan masyarakat yang belum divaksin bisa menerima vaksin.
"Sampai saat ini kita masih banyak mendapatkan informasi masih banyak masyarakat Kota Batam yang belum divaksin,"kata Presiden nato.
Dia juga mengatakan tidak sedikit informasi yang diterima banyak warga takut keluar rumah, karena belum divaksin.
"Kita khawatir warga kita yang karena ketakutannya sampai menahan lapar,"kata President nato.
Dia juga memberikan masukan kepada petugas yang jaga di Pos PPKM darurat agar tidak memarahi apalagi sampai memvonis masyarakat yang belum divaksin.
"Ya bisa dicari solusi lain, contoh tunjukkan KTP, kalau warga Batam, saya rasa kalau mereka keluar rumah pasti ada keperluan.
Tetapi kalau ada warga luar Batam, harus dipastikan di mana tinggalnya.
Kalau diragukan bisa juga di isolasi terlebih dahulu," kata Presiden NATO.
STOK Vaksin Terbatas
Dua puskesmas yang melayani masyarakat di 6 Kelurahan di Kecamatan Sagulung, saat ini tidak memiliki ketersediaan vaksin untuk tahap pertama.
Yang ada hanya untuk masyarakat yang akan menjalani vaksinasi tahap kedua. Masyarakat diharapkan bersabar.
Sudah dua minggu terakhir ketersedian vaksin di Puskesmas yang ada di Kecamatan Sagulung kosong.
Hal tersebut diungkapkan kepala Puskesmas Sei Langkai Yuliady dan Kepala Puskesmas Sei Lekop Erizal.
Yuliady menjelaskan, untuk saat ini vaksin yang ada di Puskesmas Sei Lekop, sangat terbatas hanya untuk masyarakat yang akan menjalani vaksin kedua sesuai jadwal yang sudah ada.
"Jadi untuk vaksin pertama, belum bisa kita layani, tunggu vaksin datang," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh kepala Puskesmas Sei Lekop Erizal, dimana saat ini pihaknya juga hanya melayani vaksinasi untuk tahap kedua.
Stok vaksin yang ada saat ini hanya cukup untuk masayarakat yang akan menjalani vaksinasi tahap kedua sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Untuk Puskesmas Sei Langkai melayani masayarakat di tiga Kelurahan yakni Kelurahan Tembesi, Kelurahan Sei Langkai dan Kelurahan Sei Pelenggut.
Sementara untuk Pukesmas Sei Lekop, melayani masyarakat di tiga kelurahan lainnya yakni Kelurahan Sei Lekop, Kelurahan Sagulung Kota, dan Kelurahan Sei Binti.
Saat ini untuk Kota Batam, masyarakat umum yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 470.344 orang dari jumlah masyarakat Kota Batam sebanyak 1,1 juta jiwa atau sekitar 59,92 persen.
Sementara masyarakat umum yang sudah menerima dosis kedua sebanyak 78.712 orang atau sekitar 10.03 persen.
Untuk Remaja umur 12-17 tahun di Kota Batam, yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 31.689 orang dari jumlah remaja di Kota Batam sebanyak 132.245 orang atau sekitar 23,96 persen.
Sementara untuk remaja yang sudah menerima vaksin dosia kedua sampai saat ini masih 0 persen.
Sebelumnya Camat Sagulung, Reza Khadafy, mengatakan pihaknya sampai saat ini terus melakukan komunikasi dengan Dinkes, untuk ketersediaan vaksin.
"Memang saat ini vaksin kosong,nanti kalau vaksin sudah ada, kita akan beritahukan kepada masyarakat dan kita akan melaksanakan vaksinasi tingkat Rw,"kata Reza. (TribunBatam.id/ Ian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/camat-batuaji-soal-ppkm-mikro-di-batam.jpg)