Jumat, 17 April 2026

CORONA KEPRI

Vaksinasi Corona di Bintan Belum Ada Kendala, Beda Jauh dengan Batam

Vaksinasi corona di Bintan masih mudah dijangkau warga. Kondisi ini berbeda jauh dengan warga Batam yang kini menerapkan PPKM Darurat.

|
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Pelaksanaan vaksinisasi corona di Bintan, tepatnya di Puskesmas Toapaya, Jumat (16/7/2021). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Program vaksinasi corona di Bintan berbeda jauh dengan apa yang terjadi di Batam.

Jika Warga Batam kesulitan untuk mendaat vaksin covid-19, terlebih selama PPKM Darurat Batam,

Warga Bintan justru tak kesusahan mencari sentra vaksinasi corona.

Layanan vaksinasi corona di Bintan diketahui masih tersedia pada Puskesmas dan RSUD Bintan.

"Sampai saat ini yang saya ketahui masih ada di tiap Puskesmas dan RSUD di Bintan," kata seorang warga Toapaya Bintan, Akmat, Jumat (16/7/2021).

Ia menambahkan, bersama adiknya ia baru saja mengikuti vaksinasi corona di Bintan bersama adiknya yang berumur 16 tahun.

Vaksinasi dilaksanakan di Puskesmas Toapaya.

Tidak hanya itu, tetangganya juga baru mengikuti vaksinisasi dosis pertama di Puskesmas yang sama.

"Sepertinya belum ada warga kami setahu saya yang kesusahaan untuk melaksanakan vaksin.

Selain di Puskesmas kemarin Kejari Bintan juga ada mengadakan vaksinisasi Covid-19 di halam Kantor Kejari Bintan," ungkapnya.

Warga Kijang, Kabupaten Bintan lainnya, Adi mengaku vaksinisasi corona di Bintan masih mudah untuk diperoleh.

Ia pun berharap vaksin Covid-19 di wilayah Bintan tidak susah di dapatkan bagi masyarakat yang ingin mengikuti vaksinisasi.

"Soalnya di RSUD Bintan masih terus ada dosis pertana, beberapa hari ini juga ada untuk pelaksanaan dosis kedua,"terangnya.

Sementara sejumlah Puskesmas di Wilayah Bintan saat di konfirmasi hingga saat ini masih melayani Vaksinisasi bagi masyarakat Bintan yakni di Puskesmas Toapaya, Puskesmas Kawal dan Sungai Kecil.

Kepala Puskesmas Toapaya, Burhan menuturkan, sampai saat ini Puskesmas yang di pimpinnya masih melayani Vaksinisasi bagi warga.

"Kami masih melayani vaksinisasi kepada masyarakat sampai sejauh ini,"tuturnya.

Ia pun menyebutkan, ada sebanyak 25 vial lagi vaksin untuk 250 warga yang akan di vaksin dosis kedua besok.

"Vaksin yang digunakan vaksin Sinovac," tuturnya.

Baca juga: Dua Balita di Bintan Kena Corona, Kini Jalani Isolasi di Hotel Kunang-Kunang

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam Terbatas, Camat Batuaji Minta Warganya Tak Panik

Kepala Puskesmas Kawal, Feby juga mengakui bahwa pelayanan vaksinisasi di Puskesmas kawal hingga saat ini masih ada bagi masyarakat.

Sementara untuk stok sampai tanggal 14 Juli 2021, untuk vaksin Covid-19 Sinovac masih ada 125 vial, dan Astra tinggal 77 vial.

"Hanya saja terbatas, karena kami sedang melayani vaksin ke dua bagi masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis pertama,"ucapnya.

Saat ditanyakan sudah berapa warga yang dilayani di Puskesmas Kawal, Feby menyebutkan bahwa masyarakag yang sudah dilayani di Puskemas kawal ada sebanyak 6.791 orang.

"Dari jumlah itu sudah ada sebanyak 1.979 orang warga yang sudah menerima vaksin dosis kedua,"terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Puskesmas Sungai Kecil, Muslim bahwa di Puskesmasnya masih melayani vaksinisasi sampai saat ini.

"Kami masih melayani dan masih ada untuk dosis kedua bagi masyarakat umum,"sebutnya.

Muslim juga mengaku, bahwa untuk stok vaksin di Puskesmas Sungai Kecil masih ada 50 vial.

"Saat ini sasaran pelaksanaan vaksin untuk anak usia 12-17 tahun,dan sasaranya ada sebanyak 1.067," ungkapnya.

Ia pun berharap pelaksanaan vaksinisasi bagi anak usia 12-17 juga bisa selesai dilaksanakan untuk sasaran 1067 orang anak tersebut.

Muslim juga tidak lupa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) jika melakukan aktivitas diluar rumah.

"Salah satunya menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan rajin mencuci tangan," serunya.

Vaksinasi Corona di Batam

Vaksinasi Corona di Batam sebelumnya begitu dikeluhkan warga.

Itu setelah minimnya sentra vaksinasi, terlebih saat penerapan PPKM Darurat Batam.

Ketersediaan stok vaksin corona yang minim diketahui menjadi penyebab minimnya Vaksinasi Corona di Batam.

Warga Batam yang telah divaksin, mengaku lega karena sudah memperoleh vaksinasi.

Berbeda dengan Fian, warga Bengkong yang membuka usaha salon di daerah Nagoya, Lubuk Baja, Kota Batam.

Dengan adanya PPKM Darurat Batam ini, ia kelimpungan mencari sentra vaksinasi yang masih buka untuk umum.

Fian mengaku sudah beberapa kali mencari informasi vaksinasi di beberapa puskesmas, namun belum berhasil.

Sementara itu, ia membutuhkan kartu vaksin untuk mempermudah mobilitas selama PPKM Darurat Batam ini.

"Saya heran, sekarang kebijakannya ada penyekatan begini, tapi kok tidak ada tempat vaksinasi yang buka.

Saya mau beli susu anak aja susah," keluh Fian.

Sebagai salah satu pelaku UMKM di Batam, Fian mengaku pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan mata pencahariannya.

Usaha salon yang dibangunnya pun terpaksa tutup untuk sementara waktu selama PPKM Darurat.

"Sekarang di rumah aja, home service.

Pastinya hancur sekali secara ekonomi, sampai tak bisa bayar sewa tempat usaha," keluh Fian.

Berbeda halnya dengan seorang warga Tiban, Wati.

Wanita 45 tahun ini mengaku sudah memperoleh vaksin yang digelar di lingkungan RW-nya di Kelurahan Tiban Baru, Sekupang, Batam.

Sejak divaksin, Wati mengaku belum pernah menderita dengan gejala Covid-19.

"Alhamdulillah saya udah vaksin sekitar tiga minggu yang lalu.

Sampai sekarang sehat-sehat aja, bahkan kemarin anak saya sempat flu, tapi saya tidak tertular," ungkap Wati ketika dihubungi melalui sambungan seluler.

Ia menganggap, vaksinasi ini sangat berguna, terutama di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/ PPKM Darurat Batam.

Kartu vaksin yang Wati miliki, dapat mempermudahnya melintasi akses jalan yang disekat.

Namun tentu saja, sebelum menerima vaksin Sinovac tersebut, ia belum mengira PPKM Darurat akan diberlakukan di Batam.

Kendati demikian, Wati memilih mengikuti vaksinasi semata demi menjaga ketahanan tubuhnya.

"Mumpung gratis, dan diarahkan dari RT kami, jadinya ikut vaksin aja demi menjaga imun tubuh," ujar Wati.

Sementara Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad belum bisa memastikan kapan stok vaksin corona datang.

Meski demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Provinsi Kepri untuk penyediaan vaksin di Batam.

Ia tak mengelak jika ketersediaan vaksin corona saat ini sangat terbatas.

Atas nama Pemko Batam, pihaknya memberi apresiasi kepada warga yang antusias untuk mengikuti Vaksinasi Corona di Batam.

"Kami terus berkomunikasi dengan Pemprov Kepri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kapan vaksin datang.

Dari provinsi juga belum bisa memastikan kapan vaksin corona datang dari pusat,"kata Amsakar.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved