Jumat, 10 April 2026

Hendrik Simatupang Tewas saat Rumah-rumah Dibakar di Dogiyai Papua

Malam di Dogiyai Papua mencekam, puluhan rumah dibakar dan warga berlarian ketakutan

Antara via Kompas.com
Sebanyak 32 bangunan ludes terbakar diduga dibakar sekelompok warga usai terlibat perselisihan dengan anggota Paskhas TNI AU di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua, Kamis (15/7/2021) malam. 

TRIBUNBATAM.id, PAPUA - Bumbungan asap kebakaran rumah mencengkram langit Dogiyai, Papua, Kamis (15/7/2021) malam.

Penghuni rumah berlarian menyelamatkan diri menghindari sijago merah.

Sejumlah warga di lokasi kejadian mengungsi ke pos aparat.

Di Kabupaten Dogiyai tepatnya di Distrik Kamuu pada Kamis malam sempat mencekam.

Sejumlah orang tak dikenal mendadak muncul membuat rusuh dan membakar puluhan rumah.

Kejadian itu mengakibatkan 32 rumah dan kios terbakar, serta seorang warga bernama Hendrik Simatupang tewas dan satu orang lainnya terluka dipanah.

Jasad Hendrik ditemukan di salah satu rumah yang hangus terbakar.

Baca juga: Pembunuh Juragan Emas di Papua Dijerat Hukuman Mati, Pelaku WNA Asal Afganistan

Sebanyak 32 bangunan ludes terbakar diduga dibakar sekelompok warga usai terlibat perselisihan dengan anggota Paskhas TNI AU di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua, Kamis (15/7/2021) malam.
Sebanyak 32 bangunan ludes terbakar diduga dibakar sekelompok warga usai terlibat perselisihan dengan anggota Paskhas TNI AU di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua, Kamis (15/7/2021) malam. (Antara via Kompas.com)

Penjelasan Polisi

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan, kejadian itu bermula pada pukul 17.08 WIT, petugas Satgas Paskhas TNI AU Pos Moanemani mendapat laporan dari masyarakat ada sekelompok orang yang mabuk di landasan Bandara Moanemani.

Pukul 17.25 WIT, lima personel Satgas Paskhas yang dipimpin Serka Wartono menegur masyarakat tersebut dan mereka keluar dari area landasan bandara melalui jalan setapak.

Saat petugas keluar dari landasan, di luar sudah ada 20 warga yang membawa panah, parang, dan batu.

"Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok lima personel Satgas Paskhas," kata Kamal dari rilis yang diterima, Jumat (16/7/2021) malam.

Satgas Paskhas memberikan tembakan peringatan, kemudian puluhan warga itu melarikan diri.

Perlawanan Namun, pukul 17.31 WIT, warga kembali datang dan menyerang dengan jumlah yang lebih banyak menggunakan parang dan kapak karena diprovokasi.

Dari kejadian itu, dua personel Paskhas terluka dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved