TRIBUN WIKI
Sosok Donna Rosamayna, Penulis Skenario Ikatan Cinta yang Dikritik Mahfud MD
Penulis skenario sinetron Ikatan Cinta, Donna Rosamayna mendapat kritik kecil dari Mahfud MD yang menggemari sinetron itu.
TRIBUNBATAM.id - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sempat menulis cuitan soal sinetron Ikatan Cinta.
Meski cukup menikmati sinetron itu, Mahfud memberikan kritik untuk penulis skenario soal hukum.
Hal ini terlihat saat cerita tentang mama Sarah yang tiba-tiba ditangkap polisi saat mengaku sebagai pembunuh Roy.
Menurut Mahfud, cerita mama Sarah yang ditangkap polisi karena mengaku sebagai pembunuh Roy melenceng dari aturan hukum pidana yang berlaku.
"PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter," katanya.
Menurut menteri asal Madura, Jawa Timur ini, pemahaman hukum penulis cerita kurang pas.
"Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," cuit Mahfud.
Mahfud lalu menjelaskan tentang kaidah hukum yang tidak sesuai di sinetron ini.
"Pembunuh Roy adalah Elsa. Sarah, ibu Elsa, mengaku sbg pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. Lah, dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas," cuitnya.
Tak hanya dari Mahfud MD, sejumlah masyarakat juga mengkritik keras alur Ikatan Cinta yang berputar-putar.
Sang penulis skenario, Donna Rosamayna pun sempat meminta maaf sebelum ramai kritikan Mahfud MD.
Melalui akun Twitternya @donna_rosamayna, Rabu (14/7/2021), Donna menyampaikan permintaan maafnya atas beberapa bagian adegan yang tak sejalan hingga cacat logika.
"Buat setiap bagian cerita yang tidak berkenan, bikin darting, cacat logika, pengin banting TV, dan lain sebagainya aku minta maaf ya," tulisnya.
Donna Rosamayna juga mengaku sempat baru aktif kembali di Twitter, lantaran memang membatasi aktivitasnya di media sosial.
"Aku juga minta maaf kalau jarang online, jarang bales komen, jarang interaksi. Aku memang membatasi kegiatan di media sosial."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dfsdfrg.jpg)