EMAS HARI INI

UPDATE Harga Emas Antam Lengser di Akhir Pekan, Mulai Rp 524.500 per 0,5 gram

Harga emas Antam dan buyback emas hari ini turun besar, cek harganya pada Sabtu (17/7/2021).

kontan
ILUSTRASI Emas Antam 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Harga emas batangan bersertifikat Antam pada Sabtu (17/7/2021) turun Rp 7.000. 

Dikutip dari laman perdagangan emas Antam, Sabtu (17/7/2021), harga emas antam berada di level Rp 949.000 per gram. 

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam turun Rp8.000 ke posisi Rp846.000 per gram.

Harga buyback ini berarti Antam akan membeli emas Anda dengan harga tersebut di Butik Emas LM Antam.

Adapun harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Baca juga: Kena Kritik WHO, Jokowi Resmi Batalkan Vaksinasi Covid-19 Berbayar

Dan bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen maka bawa NPWP saat transaksi.

Antam emas batangan dijual mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram yang tersedia di Butik Emas LM Antam.

Berikut ini rincian harga emas Antam, Sabtu (17/7/2021):

Harga emas batangan 0,5 gram: Rp 524.500

Harga emas batangan 1 gram: Rp 949.000

Harga emas batangan 5 gram: RP 4.520.000

Harga emas batangan 10 gram: Rp 8.985.000

Harga emas batangan 25 gram: Rp 22.337.000

Harga emas batangan 50 gram: Rp 44.595.000

Harga emas batangan 100 gram: Rp 89.112.000

Harga emas batangan 250 gram: Rp 222.515.000

Harga emas batangan 500 gram: Rp 444.820.000

Harga emas batangan 1.000 gram: Rp 889.600.000

Harga Emas di Pasar Spot Anjlok

Harga emas ditutup turun pada akhir perdagangan Jumat (16/7/2021) waktu setempat (Sabtu pagi WIB), menghentikan kenaikan selama tiga hari beruntun.

Menguatnya dollar AS membenamkan daya tarik logam mulia ini sehingga turun dari level tertinggi satu bulan yang dicapai di sesi sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 14 dollar AS atau 0,77 persen, ditutup pada 1.815 dollar AS per ounce.

Pada Kamis (15/7/2021), emas berjangka menguat 4,0 dollar AS menjadi 1.829 dollar AS, setelah melonjak 15,1 dollar AS pada Rabu (14/7/2021), dan naik 4,0 dollar AS pada Selasa (13/7/2021).

Secara mingguan harga emas naik tipis sekitar 0,2 persen.

Indeks dollar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berada di jalur menuju kenaikan mingguan yang kuat, sehingga mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali mengatakan, ketidakmampuan emas untuk mendapatkan keuntungan secara substansial dari imbal hasil riil AS yang lebih lemah menunjukkan bahwa emas tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut.

“Meskipun valuasi emas lebih menarik secara relatif terhadap Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) -- sekuritas yang memberikan perlindungan terhadap inflasi -- alasan emas diperdagangkan dengan harga diskon adalah karena tidak membawa keuntungan yang sama,” sebutnya.

Namun, Ghali mengatakan bahwa peningkatan permintaan fisik emas, terutama dari konsumen utama China, dan pembelian oleh bank-bank sentral dapat membatasi penurunan logam mulia.

Awal pekan ini, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan tetap akomodatif, mendorong emas ke level tertinggi satu bulan pada Kamis (15/7/2021).

Ketidakpastian di sekitar potensi lonjakan kasus varian Delta virus corona di Amerika Serikat dapat memaksa The Fed untuk tetap akomodatif lebih lama, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Emas juga berada di bawah tekanan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (16/7/2021) bahwa penjualan ritel AS naik 0,6 persen pada Juni, bertentangan dengan ekspektasi perdagangan untuk penurunan 0,4 persen.

Tetapi, angka awal indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan turun menjadi 80,8 pada Juli, lebih rendah dari angka akhir yang direvisi 85,5 pada Juni dan memberikan beberapa dukungan terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September melemah 59,9 sen atau 2,27 persen, menjadi 25,795 dollar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Oktober turun 29,2 dollar AS atau 2,57 persen, ditutup pada 1.108,5 dollar AS per ounce. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved