BINTAN TERKINI
Korban Tenggelam Kolam eks Galian Pasir di Bintan Santri Ponpes Warga Tanjungpinang
Fakta lain muncul dari korban tenggelam di kolam bekas galian pasir Toapaya Bintan, Sabtu (17/7).
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Anak 10 tahun korban tenggelam di kolam bekas galian pasir di Bintan ternyata santri salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Toapaya.
Anak yang diketahui bernama Fahsudin Muhti itu, diketahui tenggelam di kolam tersebut saat mengambil bola, Sabtu (17/7).
Camat Toapaya Nepy Purwanto membenarkan ada anak yang dilaporkan tenggelam di kolam bekas galian pasir di Toapaya.
"Iya benar kita mengetahuinya dari pihak pemerintah Desa Toapaya," katanya, Minggu (18/7/2021).
Nepy juga memberitahu, bahwa dari informasi yang ada, anak tersebut merupakan santri disalah satu ponpes di Kecamatan Toapaya.
Posisi kolam yang merenggut nyawa korban berada tidak jauh dari ponpes tersebut.
Kolam itu juga tidak pernah dipakai untuk buat berenang anak-anak di sana.
"Jadi dari informasinya yang mereka sedang bermain bola volly, tapi bolanya jatuh kesana.
Saat mau diambil, anak itu terjebur dan tenggelam," tuturnya.
Nepy juga menyebutkan, anak Santri itu juga merupakan warga Kota Tanjungpinang.
Setelah ditemukan tim pencari, korban di bawa ke Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri di batu 8 Tanjungpinang menggunakan mobil ambulans.
"Kemudian di bawa ke rumah duka di Tanjungpinang," terangnya.
Kapolsek Gunung Kijang Iptu Melki Sihombing juga membenarkan peristiwa itu.
Korban ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB.
Namun kondisnya korban sudah tidak bernyawa alias meninggal dunia di tempat kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bocah-tewas-tenggelam-di-kolam-bekas-galian-pasir-bintan.jpg)