Breaking News:

CORONA KEPRI

Makin Banyak Pasien Bergejala, Asrama Haji Batam Disulap Jadi IGD Lokasi Transit Pasien Covid-19

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan Gedung Asrama Haji sebagai IGD transit bagi pasien bergejala sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan covid-19.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Suasana Asrama Haji Batam belum lama ini. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan Gedung Asrama Haji sebagai IGD transit bagi pasien bergejala sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan Gedung Asrama Haji sebagai IGD transit bagi pasien bergejala sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan covid-19. 

Hal ini juga menghindari warga kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Dan warga tidak menumpuk di ruang IGD Asrama Haji.

"Sebenarnya yang sering penuh itu adalah IGD pemeriksaan di rumah sakit, sehingga kalau di sana (rumah sakti) sudah tidak muat IGD untuk pemeriksaannya, maka akan dilakukan pemeriksaan di sini (Asrama Haji), setelah itu baru didistribusikan ke rumah sakit rujukan. Jadi kami nanti yang bantu cari rumah sakit yang lowong untuk perawatan pasien bergejala ini," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Diakuinya Gedung Asrama Haji sebagai tempat transit pemeriksaan bagi pasien Covid-19 bergejala. Setelah dilakukan pemeriksaan di sini, maka setelah itu pasien akan dikirim ke rumah sakit yang ada tempat ruang perawatannya.

Baca juga: KASUS Melonjak Jelang PPKM Darurat Berakhir, Walikota Batam : Butuh 2 Minggu Agar Kasus Turun

Ia berharap dalam sepuluh hari ke depan ada perubahan angka kasus. Sehingga hal seperti ini tidak diperlukan ke depannya.

"Namun saya ingatkan agar angka kasus bisa turun, harus didukung Protkes yang ketat, jaga jarak, dan memakai masker dari masyarakat Batam sendiri. Jadi mari selama PPKM Darurat ini kurangi mobilitas, dan di rumah saja," katanya.

Kemarin, Minggu (18/7/2021) sudah terpasang 35 bed khusus untuk perawatan yang akan menjalani pemeriksaan sementara sebelum dikirim ke rumah sakit rujukan.

Kapasitasnya ada untuk 100 bed, nanti akan ditambah lagi, kalau ada lonjakan pasien. 

"Sifatnya transit jadi pasien tidak akan lama di sini. Ini hanya IGD sementara, sebagai solusi untuk mengatasi kepenuhan di IGD rumah sakit. Sebab sebelum mendapatkan perawatan, pasien harus menjalani pengecekan di IGD dulu. Nah, ini yang sering penuh, sehingga pasien tidak mendapatkan ruang perawatan cepat," paparnya.

Ia menambahkan, kalau PPKM darurat ini berjala dengan baik, maka tidak perlu hal seperti ini ke depan.

Semoga angka kasus bisa turun dan kondisi segera normal. 

"Target kami kasus turun. Kami punya feeling kalau semua akan turun," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved