CORONA KEPRI
PPKM Darurat Batam Dikeluhkan Warga, Pasar Kaget Diminta Tutup: Pemerintah Kemana?
PPKM Darurat Batam dikeluhkan warga Kecamatan Sagulung, khususnya yang menggantungkan hidup dari berjualan di pasar kaget.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Batam dikeluhkan warga, setidaknya di Kecamatan Sagulung.
Mereka meminta Pemerintah Kota atau Pemko Batam mengevaluasi penerapan kebijakan yang dibuat dengan tujuan menurunkan penyebaran covid-19 di Batam.
Selain terdapat perusahaan industri semisal galangan kapal, mayoritas warga yang bermukim menggantungkan hidup dari berdagang.
Salah satunya berjualan di Pasar Kaget yang tumbur subur di kecamatan ini.
Kondisi ini berubah seja PPKM Darurat Batam diberlakukan.
Tak hanya omzet mereka yang terimbas, dapur mereka pun terancam tak berasap karena pemerintah meminta aktivitas jual beli di pasar kaget untuk sementara dihentikan selama PPKM Darurat Batam.

"PPKM Darurat Batam ini sudah cukup membuat warga menderita.
Boleh dibilang, Kecamatan Sagulung ini termasuk salah satu terpadat penduduknya di Kota Batam.
Masyarakatnya notabenenya ekonomi menengah ke bawah," ucap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Herman Syawiran, Senin (19/7/2021).
Herman menambahkan, banyak warga Sagulung yang menggantungkan hidup dari berjualan, termasuk di pasar kaget.
Apalagi sejak banyak perusahaan tutup yang berdampak pada kondisi perekonomian Batam.
Warga pun putar otak untuk bertahan hidup.
Dia mengatakan masyarakat bukan tidak mau mendukung program pemerintah.
Bahkan masyarakat sendiri sangat antusias dalam mendukung program pemerintah.
"Sekarang masyarakat sudah mendukung program pemerintah, pemerintah saat ini dimana.