Breaking News:

CORONA KEPRI

CATAT! Mulai Hari Ini, 3 Kapal Pelni Bakal Berhenti Beroperasi Sementara dari Batam

Mulai hari ini, Rabu 21 Juli 2021, semua kapal Pelni dari Batam akan berhenti beroperasi sementara hingga waktu belum ditentukan.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Kepala Operasional Pelni Cabang Batam Lan Lan mengatakan, mulai hari ini, Rabu 21 Juli 2021, usemua kapal Pelni dari Batam akan berhenti beroperasi sementara hingga waktu belum ditentukan. 

BATAM, TRIBUNBATAM,id - Mulai hari ini, Rabu 21 Juli 2021, untuk sementara waktu semua kapal Pelni yang melayani penumpang baik yang datang maupun yang akan meninggalkan Batam bakal berhenti beroperasi.

Kebijakan itu diambil menyusul adanya arahan dari Pemerintah Kota Batam terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala Operasional Pelni Cabang Batam Lan Lan saat ditemui Tribun Batam di Dermaga Selatan Pelabuhan Batuampar Batam, Selasa, (20/7/2021) mengatakan keputusan ini diambil ketika adanya surat pemberitahuan dari Pemerintah Kota Batam beberapa hari lalu.

“Keputusan ini diambil untuk mengikuti peraturan PPKM Darurat yang mana pergerakan masyarakat untuk sementara dibatasi, apabila tidak penting agar tetap di rumah saja,” kata Lan Lan.

Dikatakannya, adapun 3 kapal Pelni yang akan diberhentikan sementara yakni kapal yang selama ini melayani penumpang tujuan Batam dan sebaliknya yaitu KM Umsini, KM Kelud, dan KM Bukit Raya.

Pemberhentian operasi kapal milik Pelni tersebut diberlakukan sejak hari ini Rabu, (21/7/2021) hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan.

Baca juga: PASIEN Positif Covid-19 di Anambas Semakin Banyak, 4 Hari Tambah 84 Orang 

“Untuk pemberhentian sementara operasional kapal tersebut, belum di ketahui batas waktunya. Kami akan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam dan juga PT Pelni pusat untuk mengupdate perkembangan lebih lanjut," ujarnya.

Saat ini sudah 2 kapal Pelni yakni KM Umsini dan KM Kelud masing-masing sudah digunakan untuk tempat karantika apung untuk melayani pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Makasar dan Belawan Sumatera Utara, dan KM Bukit Raya kemungkinan stay di pelabuhan Tanjungpriok Jakarta.

Ia mengaku sejak PPKM Darurat diberlakukan di Kota Batam, jumlah penumpang yang menggunakan kapal Pelni terus mengalami penurunan.

Penurunan ini terlihat dari jumlah penumpang baik yang datang ke Batam maupun yang hendak meninggalkan Batam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved