Pulau Kalimantan Jaminan Utang RI ke China Hoax, tapi Negara Ini Nyaris Dijual Pemimpin Korupnya
Rumor soal Pulau Kalimantan yang diminta China sebagai jaminan utang Indonesia lalu Presiden Jokowi mengundurkan diri sempat viral ternyata cuma hoax
Najib dan para menterinya, termasuk Menteri Pekerjaan Umum saat itu, Fadillah Yusof dari Sarawak terlibat dalam transaksi ini.
Fadilah Yusof adalah saudara dari Bustari Yusof, kolaborator utama Najib dan penerima utama uang yang dialihkan dari 1MDB, namun mereka mengelak bahwa cerita itu tidak masuk akal .
Namun, hanya dalam beberapa minggu Najib telah mengunjungi China dan menandatangani kontrak yang telah dibocorkan oleh Sarawak Report.
Kotrak itu untuk proyek kereta api yang sekarang sangat mahal yang diperkirakan para ahli tidak akan pernah bisa menguntungkan Malaysia.
Tahun 2018 Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) telah menjelaskan bahwa uang untuk mendanai pembayaran kembali pinjaman 1MDB disalurkan melalui proyek seperti yang telah dirinci Sarawak Report.
Proyek saluran pipa yang digelembungkan di Malaysia Timur sedang digunakan untuk alasan yang sama.
Sejumlah uang tunai lebih lanjut juga dicuri menggunakan pembelian tanah yang berlebihan yang tidak melalui Bank Negara.
Hal ini membuat deputi lama mengundurkan diri, dan mungkin masih ada skandal memalukan, seperti pencurian uang langsung dari BRIM, pembayaran yang seharusnya meringankan kehidupan rakyat miskin.
Najib sendiri sudah berkali-kali membual tentang BRIM untuk mendapat suara rakyat miskin.
Penting baginya menjadi pengusa untuk menutupi lubang besar di akun 1MDB yang dibobol oleh pencurian yang ia digunakan, misalnya, untuk membayar produksi Wolf milik anak tirinya.
Wall Street dan pembayaran besar-besaran Jho Low sebesar seperempat miliar dolar untuk salah satu kapal pesiar super terbesar di dunia.
Baca juga: China Tunjukan Kekuasaan, Bangun Tembok Besar untuk Pangkalan Militer di Laut China Selatan
2018 pengacara mantan PM Shafee Abdullah, dirinya sendiri menghadapi tuduhan pencucian uang dari 1MDB dan gagal memberi rincian pajaknya, tapi malah menyebut tuduhan itu menggelikan.
Beberapa orang lain di Malaysia kemungkinan besar akan melihat lelucon itu karena jumlah yang secara resmi diduga telah disalahgunakan oleh Najib telah melonjak lebih jauh 6,6 miliar ringgit menjadi 9 miliar ringgit.
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
(*/ TRIBUNBATAM.id)
SUMBER: INTISARI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/presiden-jokowi-dan-presiden-china-xi-jinping-bersalaman.jpg)