Breaking News:

CORONA KEPRI

Warga Keluhkan Syarat Wajib Swab PCR untuk Keluar-Masuk Natuna, Ini Sikap Pemkab

Bupati Natuna Wan Siswandi menegaskan, syarat swab PCR untuk keluar-masuk Natuna belum berubah. Pasalnya Natuna termasuk wilayah yang kena PPKM Mikro

Penulis: agus tri | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Wina
Warga Keluhkan Syarat Wajib Swab PCR untuk Keluar-Masuk Natuna, Ini Sikap Pemkab. Foto Bupati Natuna Wan Siswandi 

Laporan Kontributor Tribunbatam.id di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna menerapkan syarat bepergian bagi penumpang dari dan ke Natuna, wajib test swab PCR mengundang kontroversi.

Hampir semua masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar Natuna, baik dengan pesawat terbang maupun kapal laut mengeluhkan hal ini.

Pasalnya tarif swab RT-PCR itu tidaklah murah. Bahkan bisa dikatakan lebih mahal daripada harga tiket kapal Pelni tujuan Tanjungpinang dan Batam, yakni Rp 900 ribu.

Dimintai tanggapannya, Pj Sekda Natuna Boy Wijanarko mengatakan, salah satu tujuan ditetapkannya wajib swab PCR bagi masyarakat, yakni agar masyarakat tidak dengan mudah keluar-masuk Natuna, sehingga dapat menekan penyebaran virus Corona.

"Tapi kan masyarakat tidak paham dengan tujuan pemerintah ini. Jadi berasumsi Pemerintah itu hendak memberatkan masyakarat," kata Boy dalam pesan singkatnya, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Keluar Masuk Natuna Wajib Tes PCR serta Sertifikat Vaksin Corona Minimal Dosis Satu

Baca juga: Sejumlah Tenaga Medis di Natuna Tumbang Akibat Terpapar Covid-19

Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran Bupati Natuna tertanggal 13 Juli lalu, syarat bepergian bagi penumpang dari dan tujuan Natuna perlu melampirkan surat keterangan bebas covid-19, yang dibuktikan dengan surat keterangan asli RT-PCR dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna.

Menyikapi keluhan masyarakat terkait mahalnya tarif test swab PCR di RSUD Natuna, Pemkab Natuna menggelar rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 membahas seputar perkembangan covid-19 dan keluhan masyarakat terkait mahalnya tarif test swab PCR di RSUD Natuna, Rabu (21/7/2021).

Dari rapat itu diputuskan, tarif swab antigen dan PCR tidak berubah, meski harga yang ditetapkan untuk tes RT- PCR sangat tinggi.

Yakni mencapai Rp 900 ribu, dan Rp 270 ribu untuk swab antigen.

Keputusan itu telah ditetapkan dalam rapat koordinasi Pemkab Natuna bersama Satgas Covid-19, Rabu (21/7/2021).

Seusai rapat, Bupati Natuna, Wan Siswandi mengatakan, penularan Virus Corona di Natuna dominannya bersumber dari kedatangan orang, sehingga pemerintah perlu melakukan pembatasan kedatangan orang ke Natuna dengan mekanisme dan standar yang sudah ditetapkan.

"Tarif PCR dan antigen masih tetap sama, belum ada rencana menguranginya," kata Siswandi.

Kepala daerah di Natuna ini menyadari, bila tarif untuk tes swab PCR dan antigen ini cukup memberatkan masyarakat. Namun kebijakan itu diambil untuk kebaikan bersama.

"Tapi kebijakan ini harus diambil untuk tujuan di atas," tegasnya.

Penetapan tarif swab juga dilakukan berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi Kepri.

Aturan itu menetapkan persyaratan bagi warga yang hendak melakukan perjalanan di dalam daerah yang waktu tempuhnya selama 4 jam harus menjalani tes swab antigen.

Sedangkan bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antar daerah, diharuskan melakukan tes PCR sebelum melakukan perjalanannya.

"Ini diberlakukan juga karena kita wilayah yang terkena PPKM Mikro. Mudah-mudahan segala upaya ini dapat membuahkan hasil yang bagus agar keadaan daerah kita tetap normal," ujar Wan Siswandi. (tribunbatam.id/Wina)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved