Breaking News:

CORONA KEPRI

PPKM Darurat Diperpanjang, Jumlah Kematian Naik Tapi Pasien Sembuh di Tanjungpinang Terus Bertambah

Memasuki perpanjangan masa penerapan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 4, jumlah pasien covid-19 sembuh di Tanjungpinang terus bertambah

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/SON
Memasuki perpanjangan masa penerapan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 4, jumlah pasien covid-19 sembuh di Tanjungpinang terus bertambah. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Memasuki perpanjangan masa penerapan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 4, jumlah pasien covid-19 sembuh di Tanjungpinang terus bertambah.

Namun demikian, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 juga terus bertambah.

Berdasarkan data satuan gugus tugas Covid-19, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang per tanggal 21 Juli 2021 terdapat 7337 total kasus.

Dari jumlah ini, ada sebanyak 1805 pasien kasus aktif yang terdiri dari 1567 pasien isolasi mandiri, 103 pasien rawat di Rumah Sakit dan 135 pasien karantina Lohass Hotel.

Adapun jumlah pasien selesai isolasi (sembuh) bertambah sebanyak 5307 namun ada 225 pasien yang juga bertambah dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: SEMPAT Bikin Heboh di India, Virus Covid-19 Varian Delta Mulai Ditemukan di Batam

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat menghubungi Tim Satgas Covid-19 di Hotline : 0823-8712-6255

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, nantinya Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang akan melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya. 

"Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan," ujar Rahma, Kamis (22/7/2021)

Rahma juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 ini. 

"Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan  pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama," imbaunya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved