Senin, 8 Juni 2026

DPRD KEPRI

DPRD Kepri Soroti Penangkapan Nelayan di Perbatasan Malaysia, Desak Perlindungan Diperkuat

Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin dorong penguatan perlindungan bagi nelayan Kepri yang beroperasi di perairan perbatasan

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Istimewa
BERI TANGGAPAN - Foto Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin. Wahyu dorong penguatan perlindungan bagi nelayan Kepri yang beroperasi di perairan perbatasan. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin dorong penguatan perlindungan bagi nelayan Kepri yang beroperasi di perairan perbatasan.

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri itu terus menyuarakan langkah ini di berbagai kesempatan.

Terbaru lewat dokumen kajian usulan revisi MoU, Indonesia-Malaysia tentang perlindungan nelayan pesisir di wilayah perbatasan.

Ia menegaskan, pihak-pihak terkait harus terus memperkuat perlindungan terhadap nelayan di kedua negara secara berkala.

Hal ini menurutnya sangat penting dilakukan untuk memberikan kepastian hukum, serta menjaga hubungan baik masyarakat pesisir kedua negara tersebut.

Kedua negara berkomitmen mengurangi kriminalisasi nelayan tradisional, sejak menyepakati Common Guidelines penanganan nelayan oleh aparat maritim tahun 2012.

​Wahyu menyayangkan aparat penegak hukum laut negara tetangga masih sering menangkap nelayan dalam pelaksanaan di lapangan.

​"Sampai sekarang penegak hukum masih menangkap nelayan Indonesia yang secara tidak sengaja memasuki wilayah negara tetangga,” ujar Wahyu, Minggu (7/6/2026).

Keterbatasan alat navigasi kapal, faktor cuaca buruk, arus laut yang kuat, hingga kurangnya pemahaman nelayan memicu terjadinya pelanggaran batas maritim.

Mayoritas nelayan masih menggunakan kapal berukuran kecil tanpa peralatan navigasi modern, serta sulit memahami letak batas maritim di sejumlah lokasi.

"Yang kita sayangkan adalah petugas lebih utamakan penangkapan dari pada menegur," ucapnya.

Enam Nelayan Kepri Ditahan di Malaysia

Terbaru, enam nelayan asal Kepulauan Riau (Kepri) diamankan aparat keamanan Malaysia.

Hingga kini mereka masih berada di Malaysia.

Saat ini para nelayan tersebut sedang dilakukan assessment oleh pihak Malaysia.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved