Saat COVID-19 Menggila 'Crazy Rich' Indonesia Ramai-ramai Terbang ke Amerika
Melonjaknya kasus Covid-9 di Indonesia diikuti dengan fenomena WNA keluar RI disusul WNI yang ikut ramai-ramai terbang menuju negara Amerika Serikat
Wisatawan vaksin dapat berada di pulau hanya selama tiga hari, atau lebih dari sebulan.
Di Indonesia, travel agent setuju justru mengiklankan ini dalam brosur terbaru.
Di RI, biro perjalanan menyebut antusiasme WNI untuk pergi ke AS cukup tinggi.
"Antusiasmenya sangat tinggi, kami mendapat banyak pertanyaan, karena mereka mengincar vaksin yang belum ada di Indonesia, seperti Pfizer atau Moderna," kata kepala pemasaran ATS Travel Josephine Nathania Lienardi, dalam artikel ABC News.
Dari ATS sendiri, paket perjalanan vaksinasi ke AS dimulai dengan banderol Rp 14 juta.
Fasilitas ini mendapatkan penginapan selama tiga malam di Los Angeles, tes PCR di Los Angeles, dan tiket pesawat pulang pergi kelas ekonomi.
Namun ini hanya untuk penerima vaksin Johnson & Johnson.
Baca juga: China Disebut Tinggalkan Vaksin Sinovac, Kini Borong Vaksin Pfizer dan Moderna
"Tidak ada yang salah dengan mendapatkan suntikkan di luar negeri, semuanya kembali ke preferensi pribadi, saya kira," kata seorang warga RI yang pergi ke AS, dikutip Selasa (20/7/2021).
"Saya punya anak yang belajar di sini.
Kami sudah membuat rencana untuk mengunjungi mereka, dan AS kebetulan menawarkan vaksin gratis.
Jadi saya berpikir mengapa kita tidak melakukan keduanya?"
"Preferensi saya adalah Pfizer, tetapi kami tidak tahu kapan bisa mendapatkannya di Indonesia sampai kami memutuskan kesempatan ke AS."
Razak sendiri disebut telah mendapatkan suntikan kedua Pfizer.
Ia dan keluarganya dikatakan akan kembali ke Indonesia lagi dalam dua pekan mendatang.
Sementara itu, ATS juga menawarkan paket yang lebih lama, yakni selama 27 hari untuk penerima vaksin Pfizer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19-7-2021-istri-meninggal-dunia-saat-menjagai-suami-yang-isoman.jpg)