Siswa SMP Terjebak Cinta Sesama Jenis, Dijual Pacar Prianya ke Om-om Pemuda LGBT
Berawal dari pertengkaran dua pria kasus prostitusi sesama jenis terbongkar ke publik yang melibatkan anak di bawah umur berstatus siswa kelas 3 SMP
"Hal itu dikarenakan sering dikasari sama cewek. Seperti di sekolah di-bully, dipukul juga," katanya.
Menjadi bahan bully dan sering dikasari dikarenakan kehidupannya yang tidak berkecukupan.
"Karena saya tidak berkecukupan, gak suka lagi sama cewek, dah benci kali," ujar A.
A melanjutkan pengakuannya, bahwa ia diminta untuk melayani lelaki lainnya oleh kekasih prianya, HN.
A mengatakan, dirinya 'dijual' lewat aplikasi khusus LGBT bernama Walla dan Hornet.
"Pakai aplikasi bernama Wala dan Hornet, di HP Abang (inisial HN)," ujar A.
Ia mengaku, melayani sesama jenis karena masalah ekonomi dan tidak ada uang.
"Waktu itu karena gak ada duit pegangan, dan buat makan saja susah," ujarnya.
Dijelaskannya, dari hasil tersebut, didapatkan uang mulai Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta.
Selanjutnya, uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dari makan, beli baju dan keperluan lainnya.
"Yang mesan ada abang-abang dan ada juga om-om," katanya.
Saat ini Polresta Padang terus melakukan pendalaman terkait kasus ini.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, HN terancam penjara karena melakukan pelecehan dan eksploitasi terhadap anak di bawah umur.
Baca juga: PARAH! Perawat LGBT Nekat Mesum dengan Pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Chat Janjian di Toilet Viral
"Sebagaimana diatur dalam pasal 82 Juncto (Jo) 76 E, 76 I, pasal 88 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016, dan sub pasal 292 KUHPidana," terang Rico, dikutip dari TribunPadang.com.
Diketaui, aplikasi yang digunakan pelaku LGBT dalam dugaan menjual anak di bawah umur ke sesama jenis telah di-download jutaan orang di PlayStore, Rabu (21/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pasangan-sesama-jenis-homo.jpg)