Selasa, 5 Mei 2026

Viral Pasien Mengaku Tertular Covid-19 usai Pegang Pulpen dan Kucek Mata, Politikus PDIP Beri Pesan

Menanggapi pengakuan di dalam video tersebut, Rahmad Handoyo meminta agar masyarakat tetap waspada. Serta berhati-hati dalam setiap aktifitasnya.

Tayang:
kompas.com
Viral Pasien Mengaku Tertular Covid-19 usai Pegang Pulpen dan Kucek Mata, Politikus PDIP Beri Pesan. FOTO: Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Beredar sebuah video pengakuan pasien Covid-19 terpapar akibat memegang pena kemudian mengucek-ngucek matanya.

Video tersebut rupanya viral di Media Sosial.

Bahkan video yang disebut berdurasi 10 menit itupun sampai ke Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo.

Menanggapi pengakuan di dalam video tersebut, Rahmad Handoyo meminta agar masyarakat tetap waspada.

Serta berhati-hati dalam setiap aktifitasnya.

Menurutnya, dua hal itu menjadi kunci keselamatan dalam situasi pandemi sekarang.

Sekaligus tentunya dengan tetap memperketat protokol kesehatan.

"Kita merasa sudah menjalankan protokol kesehatan, tapi kalau kita lengah dan sedikit alpa terhadap hal-hal yang terlihat sederhana, kita bisa saja terpapar Covid-19," kata Rahmad Handoyo dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Ia mengaku baru saja menerima sebuah video, yakni testimoni seorang pasien Covid-19 yang diduga terpapar akibat lalai mencuci tangan usai memegang sebuah pulpen ketika menjalani proses vaksinasi di Senayan, Jakarta.

"Orang tersebut menduga dirinya terpapar Covid-19 hanya gara-gara mengucek-ucek mata usai memegang pulpen saat hendak melakukan vaksinasi di Tennis Indoor Senayan, beberapa waktu lalu," kata Rahmad Handoyo

Dikatakan Rahmad, kasus Covid-19 yang bermula dari sebuah pulpen seperti dalam video yang sudah menyebar di berbagai medsos tersebut harus dijadikan pelajaran berharga oleh semua pihak.

"Testimoni pasien Covid tersebut mengajarkan kita semua bahwa di masa pandemi ini, menjalankan prokes secara ketat tak bisa ditawar-tawar lagi. Kita tak boleh lengah sedikitpun," tegasnya.

Dalam video yang berdurasi 10 menit tersebut, si pasien yaitu lelaki dewasa, yang berbaring di sebuah kamar dengan selang oksigen menempel di hidung mengaku sempat terlunta-lunta akibat rumah sakit yang didatanginya semua sudah over kapasitas.

Dikatakan, ia sempat mendatangi 32 rumah sakit, tapi semua hanya untuk PCR dan tidak diperkenankan menginap.

Akhirnya pasien itu mendapat tempat di RSUD Bekasi, tapi yang bersangkutan ditempatkan di tenda. Saat ditenda BNPT, dirinya sempat melihat belasan orang yang meninggal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved