Ibunda Windy Cantika Menangis Ceritakan Perjuangan Putrinya Harumkan Nama Indonesia
Siti Aisah menceritakan perjuangan Windy hingga dapat mempersembahkan perunggu bagi Indonesia.
TRIBUNBATAM.id - Nama Windy Cantika Aisah mendadak menjadi sorotan setelah dirinya mengharumkan bangsa Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.
Windy Cantika Aisah merupakan atlet angkat besi yang memperoleh medali untuk pertama kalinya bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.
Windy Cantika sukses mempersembahkan medali perunggu dari ajang angkat besi nomor 49 kg putri.
Perjuangan Windy Cantika Aisah mengharumkan Indonesia ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.
Sang ibunda Windy Cantika Aisah, Siti Aisah menceritakan perjuangan Windy hingga dapat mempersembahkan perunggu bagi Indonesia.
Menceritakan perjuangan Windy, Siti Aisah tak mampu menahan tangis.
Baca juga: Biodata Windy Cantika, Peraih Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020
Baca juga: Jadwal Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020
Baca juga: Rekap Hasil Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Amankan 4 Sektor
"Semua itu terjadi karena teringat begitu beratnya perjuangan Cantika. Bukan hanya menghadapi lawan-lawannya lifter kelas dunia tetapi semangatnya yang sangat tinggi untuk bisa meraih prestasi. Padahal, Cantika itu sempat positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri selama sebulan di hotel. Kalau tidak salah kejadian itu pada bulan Desember 2020," kata Siti Aisah, dikutip dari laman kemenpora.
Sang ibunda juga sedikit berkisah soal latihan Windy.
Dia kembali teringat dengan barbel dari semen yang pernah jadi alat latihan Cantika saat masih kecil.
"Cantika memang pernah menanyakan tentang barbel semen itu kok masih ada. Ya, itu barbel dari semen akan tetap saya simpan sebagai kenangan," kata Siti Aisah.
Raihan medali dari Windy Cantika ini menjadi perolehan medali pertama bagi kontingen Indonesia.
Kendati sekadar menyaksikan lewat layar kaca, Siti Aisah turut mengantar perjalanan kesuksesan Windy melalui untaian doa yang dilafalkannya dari rumah.
Saat Cantika dinyatakan meraih perunggu di kelas 49 kg putri, Siti Aisah mengaku meneteskan air mata bersama keluarganya.
Tetesan mata haru dan bahagia melihat Cantika menjadi atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia tepat satu hari setelah upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.
"Saya terus berdoa selama Cantika tampil. Dada saya berdetak sangat sangat kencang apalagi melihat Cantik sempat dua kali mengalami kegagalan di angkatan Snatch. Begitu Cantika meraih medali perunggu tak terasa air mata deras mengalir pipi saya. Begitu juga suami dan adik-adiknya yang sengaja berkumpul di rumah juga ikut meneteskan air mata kebahagiaan," kata Siti Aisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cdfsfsgdfg.jpg)