Minggu, 12 April 2026

CORONA KEPRI

INI 2 Alat Penting yang Disarankan Ada di Rumah Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Kepala Puskesmas Kabil, dr Sanny Tiurni Ari Sianturi, mengimbau agar pasien covid-19 tanpa gejala yang menjalani isoman memiliki dua alat penting ini.

FREEPIK.COM
Ilustrasi covid-19. Kepala Puskesmas Kabil, dr Sanny Tiurni Ari Sianturi, mengimbau agar pasien covid-19 tanpa gejala yang menjalani isoman memiliki dua alat penting yakni thermometer dan oximeter. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Saat ini ada ribuan warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

Kepala Puskesmas Kabil, dr Sanny Tiurni Ari Sianturi, mengimbau warga tetap menyediakan Oximeter di rumah.

"Alat ini dinilai dibutuhkan untuk mendeteksi kondisi oksigen dalam darah, selain thermometer. Sehingga pasien atau keluarga pasien bisa mengambil tindakan cepat, jika terjadi kondisi bahaya, seperti menurunnya kondisi oksigen dalam darah," ujar dr Sanny saat menjadi narasumber, yang digelar HKBP Lubuk Baja beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam sosialisasi ini pimpinan HKBP Lubuk Baja, Pdt Hutahaean, tampil Direktur RS Elisabeth Batam, dr Sahat Siahaan, Ketua Tim Covid-19 Puskesmas Botania, dr Indriana Simbolon dan Penanggungjawab Vaksin Puskesmas Sambau, dr Yockie Verinico Simamora, membahas penanganan Covid-19.

Ketua Tim Covid-19 Puskesmas Botania, dr Indriana Simbolon dalam video yang disiarkan melalui jaringan youtube HKBP Lubuk Baja mengingatkan, penting memperhatikan kebutuhan pasien isoman.

"Minta disediakan alat yang perlu di rumah, berupa thermometer atau pengukur suhu dan oxymeter untuk pengukur saturasi oksigen," katanya.

Ia menyebutkan oximeter digunakan dengan menempel atau menjepit dijari telunjuk selama beberapa detik, agar mendapat hasil yang akurat.

Alat ini dinilai penting untuk memonitor kondisi seseorang yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: AGAR Tak Tertular Covid-19, Walikota Larang Warga Pulau Masuk Batam Sementara Waktu

"Untuk isolasi mandiri, tidak bergejala, atau gejala ringan dan ditempatkan di kamar yang memiliki ventilasi baik di kamar. Untuk pasien isoman yang di rumah, diminta untuk menjaga etika batuk. Sehingga tidak menularkan kepada anggota keluarga lain," katanya.

Sementara Direktur RS Elisabeth, dr Sahat Siahaan mengingatkan agar memantau kondisi orang yang positif Covid-19.

Demikian sebaliknya, orang yang positif Covid-19, untuk memahami kondisinya, sehingga tidak menimbulkan penularan.

Pada kesempatan itu, Sahat yang menjawab pertanyaan penonton di live youtube HKBP Batam, Lubuk Baja, meminta agar masyarakat tidak terlalu takut dengan jenazah atau orang yang meninggal karena Covid.
Menurutnya yang perlu dijaga, lebih pada keluarga korban Covid-19.

"Memang pemahaman kita terhadap jenazah, terlalu takut. Yang terbaru, informasinya, ,kita harus lebih takut dengan yang hidup. Untuk yang mati, tidak bisa menularkan virus, karena sudah dikasih plastik, peti jenazah sudah dibersihkan. Ada juga plastik jenazah dan peti jenazah juga sudah diplastik. Secara penularan sebenarnya tidak menular. Yang dikhawatirkan keluarga yang menularkan," pesan Sahat.

Sementara Ketua Tim Covid-19 Puskesmas Botania, dr Indriana Simbolon, meminta untuk jemaat, melakukan pemeriksaan mulai antigen, antibody dengan lembaga yang berkompeten.

Bahkan menurutnya, jika ada gejala Covid-19, tidak usah menunggu tim Covid Batam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved