Breaking News:

CORONA KEPRI

JUMLAH Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Tanjungpinang Sudah Mencapai 253 Orang

Hingga Minggu 25 Juli 2021, total pasien meninggal dunia di Tanjungpinang sudah mencapai 253 orang dari total kasus covid-19 sebanyak 7.844 orang.   

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/SON
Hingga Minggu 25 Juli 2021, total pasien meninggal dunia di Tanjungpinang sudah mencapai 253 orang dari total kasus covid-19 sebanyak 7.844 orang. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Di masa penerapan PPKM level IV, perkembangan kasus aktif Covid-19 di Kota Tanjungpinang kali ini tercatat mengalami penambahan.

Meski begitu juga tercatat angka menunjukkan pasien yang sembuh kembali bertambah.

Sementara itu jumlah kasus yang meninggal akibat Covid-19 juga terus mengalami penambahan.

Berdasarkan data satuan gugus tugas Covid-19, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang per tanggal 25 Juli 2021 terdapat 7844 total kasus covid-19 di Tanjungpinang.

Dari jumlah ini, ada sebanyak 1864 pasien kasus aktif yang terdiri dari 1637 pasien isolasi mandiri, 102 pasien rawat di Rumah Sakit dan 125 pasien karantina Lohass Hotel.

Adapun jumlah pasien selesai isolasi (sembuh) bertambah sebanyak 5.727.

Selanjutnya, jumlah total pasien meninggal dunia di Tanjungpinang sudah mencapai 253 orang.  

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat menghubungi Tim Satgas Covid-19 di Hotline : 0823-8712-6255

Baca juga: MESKI Cuma Setahun Sekali, Aidil Raup Jutaan Rupiah Sehari saat Musim Durian Tiba

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, nantinya Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang akan melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya. 

"Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan," ujar Rahma, Senin, (26/7/2021)

Rahma juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 ini. 

"Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama," imbaunya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved