Selasa, 5 Mei 2026

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRGM Perkuat Komitmen Percepatan Rehabilitasi Mangrove

Kepala BRGM, Hartono, mengajak Kementerian, Pemda, LSM, Akademisi dan Masyarakat untuk bekerja sama upaya rehabilitasi dan perlindungan Mangrove Indo

Tayang:
Ist
Kegiatan Penanaman Bibit Mangrove oleh Masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Memperingati Hari Mangrove Sedunia, 26 Juli 2021, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Hartono, mengajak Kementerian, Pemerintah Daerah, LSM, Akademisi dan Masyarakat untuk bekerja bersama dalam upaya rehabilitasi dan perlindungan mangrove Indonesia.

Ekosistem mangrove di Indonesia sekitar 3,31 juta hektare atau 24% dari total mangrove dunia.

Hal ini menjadikan Indonesia negara dengan sebaran mangrove terluas didunia, sekaligus sebagai pengendalian perubahan iklim global.

Pasalnya, ekosistem mangrove memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan karbon 4-5 kali lebih besar dibandingkan hutan daratan.

  Sehingga upaya perlindungan dan pelestarian mangrove Indonesia penting dilakukan.

Kegiatan Penanaman Bibit Mangrove oleh Masyarakat di Kepulauan Riau
Kegiatan Penanaman Bibit Mangrove oleh Masyarakat di Kepulauan Riau (Ist)

Sayangnya, sekitar 637 ribu ha mangrove Indonesia masuk dalam kategori kritis.

Penyebab kerusakan karena terjadinya perubahan alih fungsi mangrove, seperti konversi tambak illegal, perkebunan, pemukiman serta penebangan mangrove untuk kayu bakar dan bahan baku arang.

Luasnya kerusakan mangrove ini, mendorong pemerintah Indonesia melakukan upaya rehabilitasi mangrove.

Komitmen ini terlihat dengan diterbitkannya Perpres No, 1 Tahun 2020, dimana Badan Restorasi Gambut dan Mangrove diamanatkan untuk melakukan percepatan rehabilitasi mangrove di 9 provinsi prioritas, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat.

Luasan areal rehabilitasi mangrove yang akan dilakukan BRGM sekitar 637 ribu ha sampai tahun 2024.

Untuk tahun 2021, target rehabilitasi mangrove BRGM adalah 43 ribu ha dari 83 ribu ha target nasional. 

Menurut Kepala BRGM, upaya percepatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan BRGM tidak hanya memulihkan ekologi mangrove, tapi juga dapat meningkatkan kesejehteraan  masyarakat yang tinggal di areal hutan mangrove.

Beranjak pada pemahaman ini, BRGM menggunakan pendekatan padat karya melalui  penanaman bibit mangrove dengan melibatkan masyarakat secara langsung. “Kunci keberhasilan rehabilitasi mangrove adalah adanya keterlibatan masyarakat,” demikian disampaikan Hartono melalui siaran pers resminya.

Pasalnya, masyarakat di areal mangrove berinteraksi secara langsung dan memiliki ketergantungan secara sosial dan ekonomi pada hutan mangrove

Ketergantungan ini karena fungsi ekologi mangrove, yaitu sebagai tempat berpijah aneka biota laut, penyerap polutan, mencegah intrusi air laut, mengikat sedimen dan melindungi garis pantai dari abrasi dan tsunami.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved