Panglima TNI Marah, Minta KSAU Copot Danlanud dan Dansatpom Merauke

Panglima TNI memerintahkan KSAU,  Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot 2 prajurit pelaku kekerasan di Papua.

ISTIMEWA
KEKERASAN - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto minta KSAU copot prajurit TNI pelaku kekerasan di Papua. FOTO: PANGLIMA TNI 

TRIBUNBATAM.id - Aksi kekerasan yang dilakukan oleh dua prajurit TNI Angkatan Udara (AU) di Merauke, Papua menuai kemarahan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI bahkan memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU),  Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot 2 kepala yang bertanggung jawab.

Keduanya yakni Kolonel Pnb Arief Budiyanto yang menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Johanes Abraham Dimara Merauke dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) setempat.

"Karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," kata dia.

Menurutnya, pencopotan ini tak lepas dari peran kedua komandan yang tak mampu membina anggotanya.

Melansir Kompas.com, mantan KSAU ini mendesak agar keputusan pencopotan tersebut harus sudah dilakukan pada malam ini.

"Jadi saya minta malam ini langsung serah terimakan. Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan terjadi di Merauke, Papua.

Aksi itu terekam dalam video yang viral di media sosial.

Dalam video itu, tampak prajurit TNI AU menginjak kepala seorang warga asli Papua.

Pria disabilitas berkulit hitam itu mengalami tindakan kekerasan yang tidak seharusnya dilakukan oleh prajurit TNI.

Video berdurasi 1 menit 20 detik itu menuai beragam kecaman dari masyarakat.

Awalnya, kedua prajurit TNI AU itu hendak mengamankan seorang warga Papua di sebuah warung.

Namun, lama kelamaan aksinya kian brutal.

Mereka memiting badan pria Papua ke tanah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved