Senin, 4 Mei 2026

CORONA KEPRI

Tempat Tidur Pasien Covid-19 Batam di RSUD Embung Fatimah Masih Tersedia 30 Bed

Berbeda dengan bed untuk pasien covid-19 di RSUD Embung Fatimah Batam masih tersedia, kapasitas tempat tidur di ruang IGD isolasi sudah penuh.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. Ani Dewiyana. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Grafik tingkat okupansi tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pada sejumlah rumah sakit di Batam cenderung menurun.

Pada Sabtu (31/7), jumlah bed di ruang isolasi yang terisi sebanyak 723 bed dengan BOR 60,44 persen.

Sedangkan BOR di ruang ICU isolasi rumah sakit mencapai 78,72 persen dengan 47 bed terisi.

Menurunnya BOR turut dibenarkan oleh Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana.

Menurutnya, saat ini di ruang isolasi RSUD Embung Fatimah mulai tersisa 30 tempat tidur.

Sementara, total tempat tidur untuk pasien Covid-19 disediakan kurang lebih 180 bed.

Foto RSUD Embung Fatimah Batam
Foto RSUD Embung Fatimah Batam (tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Angka ini sekitar 73 persen dari kapasitas total rumah sakit tersebut.

"Sudah cukup menurun, masih ada sisa 30 tempat tidur," ungkap Ani kepada TribunBatam.id.

Namun, kapasitas tempat tidur di ruang IGD isolasi RSUD Embung Fatimah justru sudah penuh.

Adapun total tempat tidur di ruang IGD yang disediakan hanya sebanyak 5 bed.

"Angka pasien terus bergerak, ada yang masuk dan ada yang keluar," tutur Ani.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menyiapkan fasilitas ruang IGD bagi pasien Covid-19 di Asrama Haji Batam.

Namun hingga saat ini, IGD alternatif Asrama Haji Batam belum menerima pasien, kendati sudah digaungkan sejak pertengahan Juli 2021 lalu.

Adapun IGD alternatif disediakan di area aula Asrama Haji Batam, guna menampung pasien-pasien Covid-19 bergejala sedang hingga berat yang sempat mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.

"Memang sudah kami siapkan, tapi belum ada yang masuk," jelas Asisten di Pemko Batam, Yusfa Hendri.

IKUT Anjuran Kemenkes

Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Embung Fatimah Batam sebelumnya menyiapkan 73 persen jumlah tidur untuk antisipasi lonjakan pasien virus corona di Batam.

Langkah yang diambil ini sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan/ Kemenkes RI.

Baca juga: ANTISIPASI Lonjakan Pasien, BNPB Pasang Tenda Darurat di Depan IGD RSUD Embung Fatimah

Baca juga: Bayi 4 Bulan Idap Jantung Bocor Kini di RS Embung Fatimah Setelah Ditolak Sejumlah RS

Sejak pagi hari sekira pukul 07:00 WIB pagi, sudah ada puluhan warga berdatangan ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk ikut vaksinasi covid-19.
Sejak pagi hari sekira pukul 07:00 WIB pagi, sudah ada puluhan warga berdatangan ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk ikut vaksinasi covid-19. (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

Dimana semua rumah sakit harus menyiapkan sekitar 65 persen dari total kapasitas tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19.

Banyaknya tempat tidur untuk dialokasikan bagi pasien covid-19 di Batam, membuat RSUD Embung Fatimah kesulitan menampung pasien non covid-19.

Hal ini yang diakui Wakil Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Sri Rupiati.

"Sejak kasus covid-19 di Batam meningkat, RSUD Embung Fatimah tidak bisa menampung pasien non covid-19," ungkap Sri, Rabu (21/7/2021).

Saat ini RSUD Embung Fatimah memiliki enam kamar tidur di ruang ICU untuk pasien covid -19.

Rencananya, pihaknya akan menambah satu kamar ICU dengan kapasitas empat kamar tidur.

Sementara untuk kamar tidur perawatan pasien Covid-19, RSUD Embung Fatimah sudah menyiapkan sebanyak 73 persen dari semua kamar tidur yang ada di rumah sakit.

Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan pasien yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda dan tempat tidur di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah.
Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan pasien yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda dan tempat tidur di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah. (TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG)

"Kalau untuk semua kebutuhan medis dan perlengkapan medis, tidak ada persoalan sampai saat ini," kata Sri.

Dia mengharapkan seluruh rumah sakit di Kota Batam, agar mengikuti anjuran pemerintah.

"Saat ini kalau kita lihat, rumah sakit di Batam, belum semuanya yang menerapkan anjuran pemerintah.

Hal ini bisa dilihat dari data tim gugus mengenai jumlah pasien di rumah sakit yang bersangkutan," sebutnya.

Dia berharap agar semua rumah sakit bergandengan tangan dalam menangani pasien yang covid-19 di Batam.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Ian Sitangang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved