Senin, 20 April 2026

Masih Ingat Selamat Sianipar? Pasien Covid-19 yang Dianiaya Warga Meninggal di RSUP Adam Malik

Selamat Sianipar sempat menolak isolasi mandiri setelah dinyatakan positif covid-19.

ist
Masih Ingat Selamat Sianipar? Pasien Covid-19 yang Dianiaya Warga Meninggal di RSUP Adam Malik. Foto: Video detik-detik Selamat Sianipar dipukuli warga 

TRIBUNBATAM.id - Masih ingat dengan Selamat Sianipar? Pasien covid-19 tolak isoman dan jadi bulan-bulanan warga meninggal dunia di RSUP Adam Malik.

Hal itu dibenarkan oleh Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak.

"Iya benar sudah meninggal tadi sore sekitar pukul 16.30 WIB," kata Rosario.

Dilansir dari Tribunmedan, Selamat Sianipar sudah dirawat sejak 29 Juli 2021 di ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Selamat Sianipar sempat menolak isolasi mandiri setelah dinyatakan positif covid-19.

Bahkan Selamat Sianipar diduga sengaja hendak menulari warga dengan meludahi dan memeluk warga yang hendak menangkapnya.

Sebelumnya diberitakan, istri Selamat membenarkan bahwa suaminya hendak menularkan penyakit kepada masyarakat.

"Benar, suamiku (Selamat Sianipar) hendak menularkan penyakitnya yang terpapar Covid-19 kepada masyarakat di daerah Siguti, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba," kata Risma Sitorus, Sabtu (24/7/2021) malam

Baca juga: Tempat Tidur Pasien Covid-19 Batam di RSUD Embung Fatimah Masih Tersedia 30 Bed

Baca juga: 706 Pasien Covid-19 di Kepri Sembuh, Kasus Baru Tambah 616 Orang, 27 Meninggal Dunia

Menurutnya, pada Rabu 21 Juli 2021 kemarin suaminya Selamat Sianipar kabur dari tempat isolasi mandiri yang telah dibuat oleh warga setempat.

Selamat pun kembali ke rumah dalam kondisi mengalami depresi karena dinyatakan positif terpapar pandemi Covid-19.

"Pada Kamis 22 Juli 2021 sekira Pukul 17.00 WIB suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada didekatnya dengan berteriak dirinya tidak terpapar Covid-19," sebutnya.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah. Sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu, warga coba mengamankannya karena takut tertular Covid-19," sambungnya.

Seorang pasien Covid-19 bernama Salamat Sianipar dianiaya warga di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Seorang pasien Covid-19 bernama Salamat Sianipar dianiaya warga di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. (Tangkapan layar video)

Dia menceritakan namun aksi warga untuk mengamankan Selamat Sianipar gagal dan suaminya itu berhasil kabur ke hutan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pada Jumat 23 Juli 2021 Pukul 10.00 WIB, Selamat Sianipar kembali ditemukan warga setempat di depan Gereja HKBP.

Warga pun mengamankan Selamat dengan cara menggunakan bambu untuk menjaga jarak, karena yang bersangkutan selalu meludahi dan ingin memeluk warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved