CORONA KEPRI
Puskesmas Raya di Lingga Kekurangan Rapid Antigen, Sukar Tracing Kasus Baru Corona
Selain kekurangan stok Rapid Test Antigen, Puskesmas Raya di Lingga juga mengeluhkan minimnya Alat Pelindung Diri (APD).
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Puskesmas Raya Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri kekurangan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Test Antigen.
Kepala Puskesmas Raya, dr Rafika Sahuri Hutapea mengungkapkan, ketersediaan APD di Puskesmas Raya setidaknya tinggal 12 unit.
Penggunaan APD tersebut, setidaknya digunakan untuk menangani dua pasien meninggal dunia akibat covid-19 dalam dua hari terakhir.
Selain itu, pemerintahan desa dan kelurahan yang mengambil APD dari Puskesmas Raya, menjadi hal lain yang membuat stok APD menipis.
Tenaga kesehatan di sana sedang menunggu distribusi dari Dinas Kesehatan/ Dinkes Lingga.
"Kami sudah mengonfirmasi ke Dinkes Lingga terkait APD.
Mereka sudah memesannya hanya saja barang belum sampai dan masih dalam perjalanan," beber Rafika.
Sementara untuk Rapid Test Antigen di Puskesmas Raya tinggal tersisa 3 buah.
Perlunya Rapid Test Antigen ini vital, terlebih dengan kasus covid-19 di Lingga yang cenderung meningkat setiap harinya.
Minimnya Rapid Test Antigen di Puskesmas Raya ini membuat mereka belum bisa melakukan tracing terhadap temuan kasus baru.
Rafika juga tidak dapat memastikan kapan APD dan Antigen tersebut sampai.
Namun menurutnya Dinkes Lingga sudah berupaya dan mengambil langkah-langkah untuk masalah ini.
Rafika juga meminta maaf karena dalam pandemi Covid-19 ini pihaknya tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal.
Saat ini nyaris sekitar 70 persen dari petugas kesehatan kami sedang beristirahat di rumah.
Baca juga: Tenaga Kesehatan Puskesmas Raya Santai Jelang Vaksinasi Corona, Ikuti Aneka Lomba
Baca juga: Update Covid-19 di Lingga, Tiga Warga Singkep Meninggal Dunia Dalam 2 Hari
Ada sekitar 11 orang terkonfirmasi positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-upt-puskesmas-raya-di-lingga-dr-rafika-sahuri-hutapea.jpg)