Orang Tuanya Meninggal karena Covid-19, Kakak Beradik Ini jadi Yatim Piatu
Kisah pilu dialami kakak beradek Alif Mukhamad Qomarudin (13) dan Dyah Nur Rachmawati (23), yang menyandang status yatim piatu
TRIBUNBATAM.id - Kisah pilu dialami kakak beradek Alif Mukhamad Qomarudin (13) dan Dyah Nur Rachmawati (23), yang menyandang status yatim piatu ditengah suasana duka.
Alif Mukhamad Qomarudin (13) dan Dyah Nur Rachmawati (23), baru saja kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal karena covid-19.
Kini, mereka harus menjalani hidup berdua dengan status yatim piatu.
Berita duka keduanya datang saat sang ibunda, Sri Sayekti yang meninggal karena covid-19 pada Senin (19/7/2021) lalu.
Belum kering air mata, Alif Mukhamad Qomarudin (13) dan Dyah Nur Rachmawati (23) harus ikhlas setelah sang ayah, Mohammad Mustaqim seminggu kemudian atau Senin (26/7/2021).
Begitu cepat ditinggal kedua orangtua, membuat Alif dan Dyah mendapat dukungan moril dari warga setempat.
Baca juga: Angka Kemiskinan di Kepri Diklaim Menurun saat Pandemi Covid-19, Ini Langkah Pemprov
Baca juga: Seorang Kru Kapal dan Pedagang Sayur di Natuna Positif Covid-19 dari Hasil Tes Antigen
Baca juga: Angka Kematian Covid-19 di Lingga Capai 43 Pasien, Kasus Baru Tambah 55 Orang
Diketahui Alif Mukhamad Qomarudin (13) dan Dyah Nur Rachmawati (23) merupakan warga Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Lilik Ratnawati, selaku kepala desa Plawikan mengatakan kedua warganya itu kini menjadi yatim piatu setelah orang tuanya meninggal karena covid-19.
"Ada warga kami yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal karena Covid-19," kata Lilik, kepada TribunSolo.com, Selasa (3/8/2021).
Lilik pun memastikan adanya bantuan untuk mereka.
"Pasti mereka menjadi tanggung jawab desa baik dari pendidikannya hingga hidupnya," pungkasnya.

Selama ini keluarga mereka juga mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH).
Ia mengatakan, kedua orang tersebut menjadi yatim piatu berawal dari ibu kedua anak tersebut, Sri Sayekti meninggal Senin (19/7/2021) kemudian disusul ayahnya, Mohammad Mustaqim seminggu kemudian atau Senin (26/7/2021).
"Kedua orang tuanya meninggal dunia karena terpapar Covid-19," ujar Lilik.
Pasca kejadian tersebut, dia memastikan kedua anak tersebut bakal menerima bantuan dari Pemerintah Desa Plawikan.
Baca Berita Tribunbatam.id di GOOGLE NEWS
(*)
Sumber: Tribunnews.com