Minggu, 3 Mei 2026

Bule Rusia Tersesat di Gunung Sang Hyang Bali, Rasakan Pengalaman Ini saat Malam Hari

Seorang bule asal Rusia ditemukan di ketinggian 1.880 Mdpl, tersesat selama 24 jam di gunung Sang Hyang

Tayang:
Wikimedia Commons via fotokita.grid.id
Ilustrasi Hutan - Di Bali, seornag warga negara Rusia ditemukan Tim Penyelamat di Puncak Gunung Sang Hyang setelah tak ada kabarnya selama 24 jam 

TRIBUNBATAM.id, BALI – Berada di ke tinggian 1.880 Mdpl, Igor (27), bule asal Rusia tersesat 24 jam di gunung Sang Hyang.

Gunung Sang Hyang berada di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.

Gunung Sang Hyang salah satu gunung yang cukup terkenal di Bali dan sering dijadikan objek pendakian.

Igor, bule asal Rusia tersebut sempat merasakan pengalaman bermalam di puncak gunung tersebut.

Ia tersesat sendirian dan tidak tahu jalan turun dari gunung.

Beruntung Igor ditemukan tim penyelamat lalu kemudian membawanya turun dan pulang.

Baca juga: Mimpi Turun dari Gunung Kata Primbon Pertanda Baik, Bagaimana Jika Mimpi Jatuh dari Gunung?

Setelah ditemukan di ketinggian gunung barulah didapatkan cerita bagaimana si Bule Rusia tersesat dan baru ditemukan sehari setelahnya
Awal Mula Kejadian

Igor, Warga Negara Rusia awalnya memutuskan mendaki pucak Gunung Sang Hyang seorang diri pada Minggu (8/8/2021).

Pada saat berada di ketinggian 1.880 Mdpl, Igor mengaku kesulitan untuk turun dan mencari jalan pulang.

Ia pun terpaksa terdiam di atas gunung.

Setelah lebih dari 24 jam berada di Gunung Sang Hyang, Igor akhirnya berhasil ditemukan di ketinggian 1.880 Mdpl.

Bermula mendaki bersama teman

Kepala Basarnas Bali Gede Darmada mengemukakan, Igor mulanya mendaki Gunung Sang Hyang bersama dua orang temannya, Minggu (8/8/2021) pagi.

Namun kemudian, kedua rekannya merasa kelelahan hingga memutuskan untuk berbalik arah dan kembali.

Dua teman Igor itu tiba di penginapan mereka di Kabupaten Gianyar, Bali sekitar pukul 14.00 Wita.

Sedangkan Igor memutuskan melanjutkan pendakian.

Sudah capai puncak, sempat kirim pesan

Igor akhirnya diketahui telah mencapai puncak Gunung Sang Hyang Bali.

Baca juga: Jane Abel Dikeluarkan dari KK Bambang Pamungkas, Alasan BePe Terkuat Coret Nama Anak

Namun rupanya, dia kebingungan dengan arah jalan atau rute turun gunung.

Igor, kata Darmada, sempat mengirim pesan jika dirinya telah mencapai puncak gunung.

"Menurut laporan, target sempat menyampaikan pesan melalui WA bahwa ia telah sampai di puncak gunung kurang lebih pukul 17.00 Wita, namun tidak mengetahui jalan kembali," tutur Darmada, Senin (9/8/2021).

Basarnas Bali Basarnas Bali saat melakukan persiapan evakuasi WN Rusia yang Tersesat di Gunung Sang Hyang Bali.
Tim diberangkatkan cari Igor

Khawatir terjadi sesuatu dengan Igor, rekannya pun melaporkan permohonan bantuan evakuasi pada Basarnas Bali.

Tim SAR mengerahkan sejumlah personel yang terdiri dari Basarnas Bali, Samapta Polda Bali hingga pemandu lokal.

"Sesaat setelah mendapatkan laporan, Basarnas Bali memberangkatkan enam orang rescuer menuju lokasi," kata dia.

"Siang harinya kami menambah personel dari POS SAR Buleleng dan Kantor Basarnas Bali Jimbaran, dengan total 13 rescuer," lanjutnya.

Operasi pencarian untuk menemukan Igor pun dilakukan sejak Senin (9/8/2021) dini hari pukul 03.15 Wita.

Ditemukan di ketinggian 1.880 Mdpl

Basarnas Bali Warga Negara (WN) Rusia bernama Igor (27) ditemukan dalam keadaan selamat di Gunung Sang Hyang, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Darmada menyebutkan, Igor akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah lebih dari 24 jam berada di Gunung Sang Hyang.

Petugas menemukan Igor di ketinggian 1880 Mdpl (koordinat 8°19’45.80’'S - 115° 05’26.00'T).

"Tadi target ditemukan tim SAR gabungan pada pukul 18.15 Wita, selanjutnya dievakuasi melalui jalur pendakian Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan," kata Darmada.

Setelah itu, mereka pun membawa Igor ke Polsek Penebel.

Sarankan tak mendaki seorang diri

Menurut Darmada, Gunung Sang Hyang memiliki karakteristik vegetasi lebat, terutama ketika musim penghujan.

Sehingga dia mengimbau agar siapa pun tidak melakukan pendakian seorang diri.

Dia meminta, pendaki melibatkan pemandu lokal supaya tak tersesat.

"Setidaknya menggunakan pemandu lokal dan membawa perlengkapan serta peralatan untuk pendakian," kata dia.

Sumber : Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved