LAWAN COVID19
Efektifkah PPKM Tekan Laju Covid-19? Simak Penjelasan Satgas
Pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM hingga 23 Agustus 2021. Sebenarnya efektifkah PPKM menekan laju Covid-19?
TRIBUNBATAM.id - Pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM hingga 23 Agustus 2021. Sebenarnya efektifkah PPKM menekan laju Covid-19?
Pertanyaan itu sering muncul di kalangan masyarakat.
Pemerintah membagi penerapan PPKM dalam beberapa level tergantung sebaran dan lonjakan Covid-19.
Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam dan Tanjungpinang yang semula berada di PPKM level 4 turun menjadi level 3.
Penurunkan level PPKM disebabkan oleh menurunnya angka Covid-19.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menegaskan bahwa PPKM sangat efektif dalam menekan penularan Covid-19.
Bahkan, berkat penerapan PPKM pula terjadi peningkatan disiplin protokol kesehatan di masyarakat.
Hal itu disampaikan Sonny dalam dialog terkait Kabar Terbaru Perkembangan PPKM melalui siaran kanal YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (10/8/2021).
"(PPKM,red) sangat efektif, jelas. Karena terbukti bahwa kasus aktif kita turun. Terus kemudian, positif rate juga mulai turun. Kemudian, melihat bahwa terjadi peningkatan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat," kata Sonny.
Sonny menjelaskan, Satgas Penanganan Covid-19 mengamati secara realtime dari waktu ke waktu sejak PPKM diberlakukan tanggal 3 Juli 2021 hingga data kemarin, kepatuhan protokol kesehatan meningkat signifikan.
Terutama dalam 2-3 minggu terakhir.
"Dan harapannya memang setelah 2-3 minggu terjadi kenaikan kepatuhan masyarakat untuk menjalankan prokes akan berdampak pada penurunan. Jadi harapan kita minggu-minggu depan ini bisa terus turun kasusnya," ucap Sonny.
Perbaikan Penanganan Pandemi
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi menyebut terjadi penurunan kasus aktif Covid-19.
Tentunya, hal tersebut menunjukan perbaikan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Terlebih, penerapan PPKM Level 4 juga diberlakukan di wilayah dengan kasus penyebaran tinggi.
Hal itu disampaikan Sonny saat dialog terkait Kabar Terbaru Perkembangan PPKM melalui siaran kana YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (10/8/2021).
"Memang terjadi penurunan dan salah satu yg menggembirakan kasus aktif turun 25.725 kasus kemarin, jadi terjadi penurunan yang sangat signifikan untuk kasus aktif," kata Sonny.
Menurut Sonny, penurunan kasus aktif Covid-19 tentu berdampak bagi pelayanan kesehatan.
Meski masih dalam kategori berat, namun sedikit meringankan beban tenaga kesehatan.
Meski demikian, ia menyoroti masih tingginya kasus kematian akibat Covid-19.
Untuk itu, sesuai instruksi Presiden bahwa saat ini tidak ada lagi pasien yang isolasi mandiri di tempat tinggalnya.
Nantinya, akan dikumpulkan di lokasi isolasi terpusat agar bisa dipantau kondisi kesehatannya.
"Jadi memang salah satu PR kita angka kematian masih tinggi. Oleh karenanya arahan bapak presiden jelas, jangan dilajukan isolasi mandiri. Semua yang isolasi mandiri digeser untuk ikut dalam isolasi terpusat agar bisa dipantau kondisinya," jelas Sonny.
Update Corona Indonesia 10 Agustus 2021
Berikut update kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia yang tercatat pada Selasa (10/8/2021).
Hari ini terdapat penambahan kasus virus corona sebanyak 32.081 kasus.
Penambahan kasus baru itu menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia kini menjadi 3.718.821 kasus, dari sebelumnya 3.686.740 kasus.
Hal tersebut berdasarkan data dari laman resmi covid19.go.id pada Selasa (10/8/2021) sore pukul 17.01 WIB.
Kabar baiknya, sebanyak 41.486 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.
Jumlah pasien sembuh diketahui bertambah menjadi 3.171.147 dari sebelumnya yang sebanyak 3.129.661 pasien.
Sementara itu, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 2.048 pasien.
Sehingga, total pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadi 110.619 dari yang sebelumnya 108.571 pasien.
Penambahan kasus tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menkes Siapkan Roadmap untuk Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, protokol kesehatan masih terus mendampingi kehidupan masyarakat ke depan.
Artinya akhir pandemi Covid-19 ini belum bisa diprediksikan.
Sebagai upaya persiapan, Budi mengungkapkan, Presiden Jokowi meminta agar Indonesia segera memiliki roadmap atau peta jalan hidup bersama Covid-19.
"Jadi arahan presiden kita harus miliki roadmap bagaimana kalau ke virus ini hilangnya butuh waktu sampai tahunan, bagaimana prokes kita bisa menjaga kita untuk tetap normal menjalankan ekonomi dengan kondisi yang lebih aman," kata Budi dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).
Budi memaparkan, pihaknya akan melakukan pilot project di enam sektor aktivitas masyarakat mulai dari pariwisata hingga pendidikan, dalam mengatur penerapan protokol kesehatan secara digital.
Pertama, perdagangan modern seperti Mal atau Department Store atau juga perdagangan tradisional seperti pasar basah atau toko-toko kelontong.
Kedua adalah kantor dan kawasan industri, yang ketiga adalah transportasi baik darat, laut, dan udara.
Keempat adalah pariwisata hotel, restoran, atau event, kelima keagamaan, serta keenam adalah pendidikan.
"Arahan beliau agar dipastikan bahwa protokol kesehatan yang nantinya akan mendampingi kehidupan kita keenam itu benar-benar praktis, bisa juga digital berbasis information teknologi dan juga bisa mengamankan kehidupan kita sehari-hari," ungkap mantan wamen BUMN ini.
Lebih jauh Menkes mengatakan Presiden Jokowi telah memutuskan, akan menggunakan Pedulilindungi sebagai dasar penerapan protokol kesehatan.
"Kita rencana mulai pilot project minggu depan, mulai beberapa mal bekerja sama dengan asosiasi mall di indonesia. Kita juga sudah mengintegrasikan dengan transportasi udara."
"Dimana teman-teman wartawan sudah merasakan, setiap kali check in akan langsung ketahuan status vaksinasi dan PCR secara digital otomatis," jelas Menkes Budi.(tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penyerahan-insentif-bagi-pengurus-ppkm-di-batam-1.jpg)