Mengenal Virus Marbug : Gejala dan Mekanisme Penularannya
Virus Marbug yang ditemukan di Guinea menyebabkan efek seperti demam berdarah
TRIBUNBATAM.id – Dunia masih berkutat menuntaskan virus yang terkenal dengan nama Covid-19.
Penyebaran virus ini begitu cepat dan dunia masih berpacu waktu untuk mencari penangkalnya.
Di tengah situasi demikian, WHO juga mengingatkan potensi berbahaya virus Marbug.
Sebelumnya, otoritas kesehatan Guinea dikabarkan telah mengonfirmasi keberadaan virus Marbug di negaranya.
Virus tersebut menyebabkan efek seperti demam berdarah.
Sifatnya juga sangat menular mirip virus Ebola.
Sejauh ini, sudah ada satu kematian akibat virus tersebut di Negara Guinea.
Virus ini juga sedang dipantau dunia.
Mengutip WHO, masa inkubasi penyakit virus Marburg bervariasi, mulai dari 2 hingga 21 hari.
Baca juga: Virus Corona di Batam, Kunjungan Warga Berobat ke Puskesmas Sei Langkai Menurun
Dilansir dari Tribunnewas.com, infeksi manusia dengan penyakit virus Marburg awalnya hasil dari kontak yang terlalu lama dengan tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.
Setelah seseorang terinfeksi virus Marburg, dapat menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung (melalui kulit yang rusak atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi, dan dengan permukaan dan bahan (misalnya tempat tidur, pakaian) yang terkontaminasi dengan cairan ini.
Gejala Virus Marburg
Penyakit yang disebabkan oleh virus Marburg dimulai secara tiba-tiba, dengan demam tinggi, sakit kepala parah dan malaise parah.
Nyeri otot dan nyeri adalah ciri umum.
Diare yang parah, sakit perut dan kram, mual dan muntah dapat dimulai pada hari ketiga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/6-12-2020-ilustrasi-demam.jpg)