KEBIJAKAN

Garuda Indonesia Pangkas Dewan Komisaris dan Direksi, Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan Beri Pujian

Jumlah komisaris dan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini hanya diisi sembilan orang, dari sebelumnya 13 orang.

Ist
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Sejumlah komisaris dan direksi PT Garuda Indonesia dipangkas. 

TRIBUNBATAM.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan perombakan struktur kepengurusan, terutama di tingkat dewan komisaris dan direksi.

Sejumlah komisaris dan direksi perseroan dipangkas menjadi lebih ramping.

Jumlah komisaris dan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini hanya diisi sembilan orang, dari sebelumnya 13 orang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, alasan di balik perubahan susunan dan pengurangan pengurus perseroan sebenarnya lebih tepat disampaikan Kementerian BUMN selaku pemegang saham Seri A Dwi Warna. 

Namun, Irfan menyebut perampingan kepengurusan Garuda sebagai upaya efisiensi perseroan di tengah pandemi Covid-19.

"Saya pribadi di beberapa kesempatan sudah menyampaikan khusus direksi, ini mungkin sebuah upaya yang tidak terhindarkan mengingat memang dari waktu ke waktu kami selalu melakukan upaya-upaya pengurangan atau streamlining jumlah karyawan," tutur Irfan secara virtual, Jumat (13/8/2021).

"Ini mustinya bagian secara tidak langsung, kami juga mesti streamlining direksi. Ini tentu saja menciptakan komplikasi, tapi kita siap menjalankan ini," sambung Irfan. 

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), diputuskan memberhentikan beberapa komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

"RUPS kali ini telah memberhentikan dengan hormat bapak Triawan Munaf, Pak Peter F Gontha, bapak Elisa Lumbantoruan, Ibu Zannuba Arifah (Yenny Wahid) dari jajaran dewan komisaris," kata Irfan.

Selain itu, memberhentikan juga dua direksi dengan hormat yaitu Donny Oskaria dari posisi Wakil Direktur Utama dan Mohammad R Pahlevi sebagai Direktur Niaga dan Kargo. 

"Ini sesuai dengan usulan dari pemegang saham Seri A Dwi Warna dan ini merupakan bagian dari langkah strategis dari Garuda menjadi sebuah perusahaan dengan tata kelola organisasi fokus dan adaptif, khususnya ditantangan pandemi Covid-19 ini," tuturnya. 

Jumlah komisaris Garuda saat ini dirampingkan hanya terdiri dari tiga orang, dari sebelumnya lima orang. 

Sedangkan jumlah direksi berkurang dua orang, dari sebelumnya delapan orang menjadi enam orang. 

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi di maskapai pelat merah secara tepat dan cepat, sehingga memutuskan perubahan struktur, nomenklatur dan jajaran di dewan komisaris maupun dewan direksi perusahaan. 

“Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi terus terjadi di Garuda Indonesia, dengan mengurangi jumlah komisaris dari lima menjadi tiga orang, serta jumlah direksi dari delapan orang menjadi enam orang," kata Erick Thohir, Jumat (13/8/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved