Kamis, 30 April 2026

HUMAN INTEREST

Kisah Edo Penjual Buah Jambu Bangkok, Punya Kerja Sampingan Demi Bertahan Saat Pandemi

Demi bertahan hidup saat pandemi covid-19, selain jualan jambu Bangkok, Edo, warga Tanjungpinang juga beternak sapi

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Edo, pedagang Buah Jambu Bangkok di Taman Batu 10 Bintan Centre Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id – Inilah kisah Edo (42), seorang perantau asal Padang, Sumatera Barat yang mengadu nasib ke Kota Tanjungpinang dan terdampak Covid-19.

Diketahui pria berperawakan kecil ini menginjakkan kaki di Kota Gurindam pertama kali pada tahun 2000-an awal.

“Kalau tahun pastinya saya lupa bang, yang jelas 2000-an awal,” tuturnya sambil melayani pembeli, Sabtu (14/8/2021).

Ayah dari dua anak ini sehari-hari bekerja sebagai penjual “Buah Jambu Bangkok” di Taman Batu 10 Bintan Centre Tanjungpinang.

“Inilah kerjaan saya sehari-hari bang untuk menuhi kebutuhan dapur keluarga,” ucapnya.

Baca juga: INGIN Meraih Mimpi Jadi TNI, Simak Kisah Viki Ardiansyah, Anak Pulau Serasan yang Kini Jadi Paskibra

Baca juga: Kisah Adi Pedagang Es Bubur Sumsum Mengais Rezeki di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan gayanya yang santai dan enak diajak ngobrol itu, Edo menceritakan sedikit pengalamannya selama berjualan buah.

Ia mengaku jauh sebelum pandemi covid-19 menerpa Tanah Air, penghasilan Edo sehari-hari bisa mencapai Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per harinya.

Namun sejak virus yang menyerang saluran pernapasan itu menjadi momok seluruh kalangan masyarakat, Edo mengaku penghasilannya turun drastis.

“Kalau sekarang tak tentu juga bang, tapi Alhamdulillah juga masih bisa dapat Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per harinya. Kadang juga dapat Rp 70 ribu,” imbuh Edo.

Selain itu, agar asap dapur rumahnya terus menyala, ia juga memiliki kerjaan sampingan yaitu ternak sapi.

“Kalau berharap sama ini saja susah kita bang, syukurnya di rumah ada beberapa ekor sapi sebagai cadangan bang,” kata Edo sambil tersenyum.

Menurutnya di masa pandemi seperti ini, mestinya menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih bekerja keras.

“Memang betul dampak Covid ini tak bisa diremehkan, dan banyak sekali masyarakat yang terdampak.

Di mana kebijakan pemerintah juga sedikit sulit untuk diterima tapi itulah yang terbaik untuk memutus mata rantai penyebarannya saya rasa kita hanya perlu sedikit lebih bersabar lagi,” tukasnya.

Sebagai salah satu pedagang kaki lima yang terdampak covid-19, Edo pun berharap agar pandemi segera berakhir.

“Mudah-mudahanlah cepat berakhir, agar ekonomi kita Kembali pulih,” tutupnya.

(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Human Interest Story

Berita tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved