Sabtu, 25 April 2026

Jokowi Lepas Ekspor Pertanian Ke 61 Negara Secara Virtual, Serentak Dari 17 Pintu

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi para petani dan seluruh insan pertanian yang telah berperan besar memenuhi kebutuha

Editor: Eko Setiawan
ISTIMEWA
Caption : Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina, Walikota Batam Muhammad Rudi dan Kepala Balai Karantina Pertanian Batam Joni Anwar saat melespaskan komoditas pertanian Batam di depan pintu masuk kantor BP Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Presiden Joko Widodo melepas ekspor komoditas pertanian secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat melalui Badan Karantina Pertanian. Sabtu, (14/8/2021).

Ekspor tersebut dilaksanakan secara serentak dari 17 pintu ekspor Indonesia dan akan dikirimkan ke 61 negara tujuan ekspor. 

"Hari ini kita akan lakukan ekspor komoditas pertanian secara serentak dari 17 pintu ekspor melalui bandar udara dan pelabuhan laut di berbagai daerah di Indonesia sebagai momentum penguatan ekspor komoditas pertanian Indonesia dan menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi," ujar Presiden dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi para petani dan seluruh insan pertanian yang telah berperan besar memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama pandemi Covid-19. 

Selain itu, apresiasi juga diberikan atas peningkatan ekspor produk-produk pertanian Tanah Air.

Baca juga: Harga Tes PCR Terbaru Sesuai Perintah Presiden Jokowi, Maksimal Rp 550 Ribu

Baca juga: Berapa Sebenarnya Harga Sepatu Sneakers Buatan Greysia Polii yang Dibeli Jokowi?

"Saya ingin menyampaikan penghargaan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, peternak, pekebun, pelaku-pelaku usaha agrobisnis, dan pemangku kepentingan pertanian lainnya yang selama masa pandemi telah bekerja keras, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga telah berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian," ungkap Jokowi.

Pada kesempatan yang sama dalam laporannya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa nilai total ekspor dalam kegiatan yang bertajuk Merdeka Ekspor Pertanian Tahun 2021 tersebut mencapai Rp7,29 triliun. 

"Ekspor yang akan dilepas pada kesempatan ini sebesar 627,4 juta ton, nilainya Rp 7,29 triliun, meliputi komoditas yang pertama perkebunan 564,6 juta ton, tanaman pangan 4,3 juta ton, hortikultura 7,2 juta ton, peternakan 4,0 juta ton, dan beberapa komoditas lainnya," kata Mentan yang hadir di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Ekspor pertanian tersebut akan dikirimkan ke sejumlah negara tujuan ekspor seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan beberapa negara lain. 

Untuk wilayah Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau, kegiatan secara virtual tersebut dilakukan di Balairung Badan Pengusahaan (BP) kota Batam, Kepri. 

Usai melepaskan ekspor komoditas pertanian Batam, Kepulauan Riau Walikota Batam yang juga Kepala BP Batam  Muhamad Rudi mengatakan ada beberapa produk yang ada di Kota Batam baik dari perkebunan dan perternakan.Khusus di Kota Batam sendiri tidak ada sebetulnya pertanian.

“Saya sebagai walikota Batam berharap kedepan Batam memiliki hasil produk dari perkebunan itu sendiri, Memang Batam secara tata ruang tidak boleh namun di luar Batam kita masih bisa kembangkan yakni kita manfaatkan pulau-pulau yang ada,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh Bapak presiden tadi  bahwa seluruh hasil pertanian ini tidak boleh semuanya di ekspor ia sepakat bahwa berapa kebutuhan lokal hanya berapa saja yang di ekspor karena itu akan menambah pemasukan untuk negara.  

“Sebagai contoh misalkan sayur-sayuran orang Singapura pasti butuh karena mereka tidak ada tempat nah kita siapkan jika secara fisik tanah tidak boleh maka kita pindahkan ke pulau. Mana tau ada investor baru yang datang ke Batam dan pulau sekitarnya maka saya sangat sepakat dan bantu dalam hal perizinan tersebut” ujarnya 

Jika ini akan berhasil maka perkapita penduduk Batam akan bertambah sendiri dari sektor pertanian dan lain-lain.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita bahas bersama karena saya sudah perna nawarin beberapa pulau yang ada di Kota Batam hanya saja belum kita biacarakan lebih lanjut,” harapnya.

Hal serupa juga di sampaikan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Batam Joni Anwar Jenis menurutnya Komoditas di Batam ini memang tidak banyak.

Ia berharap meski dalam suasana pandemi kondisi ini bisa berjalan terus, karena meski dalam suasana pandemi covid19, namun trennya sangat terbuka lebar jika dibandingkan dengan tahun yang lalu. 

Sehingga Batam saat ini cukup bagus untuk dilakukan ekspor.

“Menurut data kami Alhamdulilah tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap ekspor kita. Memang diawal-awal covid 19 Maret, April dan Juni 2021 yang lalu, banyak negara yang lock down sehingga ekspor kita banyak yang tertahan dan tidak diperbolehkan untuk masuk di sana, tetapi sekarang sudah diperbolehkan dan khusus di Kota Batam hampir 17 persen peningkatannya dan Ini  luar biasa.

Adapun beberapa hasil perkebunan yang ekspor dari Batam yakni berupa minyak sawit dan turunannya, kakao bubuk, cake, pasta, kelapa bulat gambir dan pinang biji, sedangkan dari sektor peternakan yakni sarang burung walet dengan total secara keseluruhan senilai 147,1 miliar.

Selanjutnya produk tersebut langsung diekspor ke 10 negara tujuan. Diantaranya Malaysia, Singapura, Tiongkok, Belanda, Brazil, India, Jerman, Fiji dan Australia.

“Kedepan dari sisi karantina kita kasih karpet merah untuk jalur ekspor dan akan kita layani dengan baik bahkan kita mengimpormasikan pasar-pasar baru melalui program Invest yang di dalamnya sudah tersedia pelayanan imformasi negara tujuan,” ujar Joni

Adapun 17 pintu ekspor Indonesia yang menjadi tempat pelepasan ekspor komoditas pertanian secara serentak yakni, Pelabuhan Laut Batu Ampar, Batam, Pelabuhan Laut Kariangu, Balikpapan,Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Surabaya,Pelabuhan Laut Dumai, Pekanbaru, Pelabuhan Laut Panjang, Bandar Lampung, Pelabuhan Laut Belawan, Medan, Pelabuhan Laut Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Laut Boom Baru, Palembang, Pelabuhan Udara Soekarno Hatta, Banten, Pelabuhan Laut Tanjung Mas, Semarang, Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Makassar, Pelabuhan Laut Trisakti, Banjarmasin, Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Laut Dwikora, Pontianak dan Pelabuhan Laut Bitung, Manado. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved