Demi Efisiensi Garuda Indonesia Pangkas Gaji Karyawan Mulai Staf hingga Direksi
Berbagai upaya telah dilakukan Garuda Indonesia untuk efisiensi dari merumahkan karyawan sampai menawarkan program pensiun dini.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, Garuda saat ini lebih fokus untuk melakukan penerbangan kargo yang menghasilkan profit untuk perusahaan.
"Langkah ini, karena ada beberapa masukan dari internal terkait market yang belum tersentuh oleh Garuda Indonesia. Karena sebelumnya Garuda hanya fokus dalam pelayanan penumpang," kata Irfan.
Irfan menuturkan, bahwa Garuda Indonesia sejak adanya pandemi telah fokus untuk melakukan penerbangan kargo dengan rata-rata pengiriman 25 ton dalam satu kali perjalanan.
Selain itu, saat ini layanan penerbangan kargo oleh Garuda Indonesia dasarnya sudah diklasifikasikan mendatangkan profit dan keuntungan.
"Making profit itu sendiri, yaitu apabila sudah mendatangkan cover cost dari biaya terbang itu sendiri," ujar Irfan.
Dengan memanfaatkan layanan penerbangan kargo ini, lanjut Irfan, dapat menutupi biaya variabel yaitu seperti biaya avtur dan operasional lainnya.
"Kami mulai fokus untuk melayani pengiriman kargo seperti ikan yang masih hidup, karena nilainya lebih besar dibandingkan ikan frozen," ujar Irfan.
Garuda Indonesia sebelumnya telah membuka penerbangan khusus kargo dengan rute internasional Manado-Narita, Jepang. Kemudian dari Denpasar, Bali menuju Hong Kong. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/maskapai-garuda-indonesia_20151231_181304.jpg)