Kisah Sumur Tua Keramat Tempat Eksekusi Pejuang Selama Pendudukan Jepang di Indonesia
Selama pendudukan Jepang, sejumlah pejuang dieesekusi oleh tentara Jepang, salah satu di sumur tua di Desa Loh SumbarKalimantan Timur
TRIBUNBATAM.id - Berdasarkan dokumen sejarah, Jepang mulai memasuki Indonesia pada tahun 1942 dan berakhir pada 1945.
Berkahirnya kekuasaan Jepang di Indonesia ditandai dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Jumat 17 Agustus 1945.
Sebelumnya Jepang takluk pada sekutu pada perang dunia II 15 Agustus 1945.
Takluknya Jepang mengubah konstelasi politik luar negerinya termasuk di Indonesia.
Selama pedudukan Jepang, banyak cerita dan kisah-kisah hingga peninggalan sejarah yang memberi pertanda kehadiran mereka di masa lalu.
Ingatan kolektif pelaku sejarah semasa Jepang berkuasa rata-rata menggambarkan bahwa negara mata hari terbit tersebut kejam.
Ada yang dieksekusi hanya karena dicurigai sebagai mata-mata.
Baca juga: TAK TERPUJI Kelakuan 8 Atlet Israel Ini Bikin Warga Jepang Geram
Baca juga: Penemuan Jasad Bayi, Mahasiswi Buang Janin ke Sumur, Kerap Berzina Malu Hamil di Luar Nikah
Di bidang sosial Jepang memaksa orang-orang bekerja membangun berbagai infrastruktur untuk kepentingan mereka.
Para pekerja tersebut disebut dengan romusha.
Sisa-sia peninggala pemerintahan Jepang selama berkuasa 2 tahun di Indonesia masih ada hingga kini.
Di antaranya gua, tugu, sumur hingga jalan.
Beberapa peninggalan tersebut masih ada hingga kini. Namun sayang, beberapa peninggalan kondisinya cukup memprihatinkan.
Salah satu situs-situs bersejarah peninggalan Jepang di Indonesia terdapat di Kalimantan Timur.
Di Kalimantan Timur, peninggalan Jepang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara tepatnya di sebuah desa bernama Desa Loh Sumbar, Kecamatan Loa Kulu.
Dikutip dari Tribun Kaltim, di desa tersebut terapat sumur tua yang menurut cerita warga setempat tempat eksekusi warga oleh tentara Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17-8-2021-sumur-tua-keramat-jepang.jpg)