Senin, 20 April 2026

4 Sosok Ini Digadangkan Jadi PM Malaysia, Ada Nama Arwan Ibrahim, Siapa Ditunjuk Raja Malaysia?

Sementara itu, Malaysia berada dalam kondisi politik yang berubah-ubah sejak tuduhan korupsi menyebabkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (Umno) kal

Editor: Eko Setiawan
NAZRI RAPAAI / Malaysia's Department of Information / AFP
Foto dari Departemen Informasi Malaysia yang diambil dan dirilis pada 18 Mei 2020 ini menunjukkan Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengenakan masker saat ia berdoa selama upacara pembukaan untuk masa jabatan ketiga sesi parlemen ke-14 di Kuala Lumpur. 

TRIBUNBATAM.id, MALAYSIA - Setelah Muhyiddin Yassin mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada hari Senin (16/8/2021) secepatnya Raja Malaysia akan menunjuk siapa yanga akan mengisi kekosongan tersebut.

Raja Malaysia akan mengumumkan perdana menteri baru sesegera mungkin, tetapi sosok yang ditunjuk harus segera menghadapi mosi kepercayaan di parlemen untuk membuktikan mayoritasnya, kata istana dalam sebuah pernyataan pada Rabu (18/8/2021), dilansir Today Online.

Namun Muhyiddin tetap menjadi perdana menteri sementara sampai penggantinya dipilih.

Tidak ada partai politik yang memiliki mayoritas di parlemen, sehingga calon yang menang harus membentuk koalisi.

Raja Al-Sultan Abdullah, akan menunjuk seorang perdana menteri yang menurutnya dapat memimpin mayoritas.

Ia telah memberi waktu kepada anggota parlemen hingga pukul 16.00 waktu setempat untuk mengajukan nama salah satu calon yang mereka inginkan sebagai perdana menteri.

Dalam sebuah pernyataan, istana mengatakan perdana menteri yang ditunjuk oleh raja harus mengajukan mosi percaya di parlemen sesegera mungkin untuk membuktikan "secara sah bahwa ia memiliki mayoritas".

Raja juga meminta berbagai partai politik untuk bekerja sama.

"Yang Mulia telah menyatakan bahwa gejolak politik yang tak berkesudahan tanpa henti telah mengganggu jalannya pemerintahan di saat kita masih menghadapi ancaman pandemi Covid-19," menurut pernyataan istana.

Sementara itu, Malaysia berada dalam kondisi politik yang berubah-ubah sejak tuduhan korupsi menyebabkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (Umno) kalah dalam pemilu 2018, yang telah memerintah selama lebih dari 60 tahun sejak kemerdekaan.

Dr Mahathir Mohamad memimpin oposisi menuju kemenangan pemilihan untuk pertama kalinya, tetapi aliansi itu runtuh karena pertikaian tahun lalu.

Muhyiddin kemudian membentuk koalisi dengan partai politik yang kalah dalam pemilihan, termasuk UMNO, tetapi aliansi itu juga rapuh.

Ismail Sabri Yaakob, wakil perdana menteri dan seorang politikus UMNO, muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Ia dilaporkan telah mendapatkan mayoritas dari partai politik yang berada dalam koalisi Muhyiddin, mengutip pejabat UMNO.

Ismail Sabri mempelopori kebijakan keamanan selama krisis Covid-19 dan dipromosikan menjadi wakil perdana menteri pada Juli.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved