HUMAN INTEREST
KISAH Anak Loper Koran di Batam Mampu Lolos Seleksi Bintara Polisi Polda Kepri
Muhammad Anton Hery Putra, anak loper koran di Tiban Kampung, Batam berhasil lolos seleksi anggota Bintara Polisi di Polda Kepulauan Riau.
Penulis: ronnye lodo laleng |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kehidupan dan nasib seseorang berbeda-beda, ada yang senang ada yang susah, ada yang berkecukupan adapula yang serba dengan keterbatasan.
Hal ini yang dirasakan oleh Muhammad Anton Hery Putra, anak seorang anak agen sekaligus loper koran di Tiban Kampung RT 2, RW 1, Kota Batam, Kepri.
Sadar terlahir bukan dari keluarga kaya raya membuat Anton bertekad untuk membahagiakan orang tuanya.
Perjuangan pemuda yang dibesarkan dari keluarga pas-pasan ini menuai hasil, Anton mampu membanggakan orang tuanya dengan lulus tes masuk menjadi anggota Bintara Polisi di Polda Kepulauan Riau.
Meskipun 'hanya' seorang anak loper koran, Anton mampu bersaing dengan ribuan orang untuk mendapatkan hasil lulus tes Polisi tanpa mengeluarkan duit sepeserpun.
Apa yang dilakukan remaja kelahiran 6 Juni 2003 ini tentunya menepis banyak anggapan jika ingin bergabung di kepolisian pastilah anak orang berduit.
Anton mengaku, anggapan semacam itu tak berlaku bagi dirinya, karena baginya di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan.
Baca juga: JADWAL 9 Kapal Ferry di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, Last Ferry Pukul 13:45 WIB
Yang terpenting dalam menjalani sesuatu haruslah bersungguh-sungguh.
"Menjadi Polisi ini memang sudah cita-cita saya dari kecil. Saya memang anak tukang koran. Namun, meskipun begitu tak menjadi halangan bagi saya untuk membahagiakan orang tua saya. Alhamdulillah saya berhasil lolos tes Polri dengan nilai yang bagus,” jelas Anton Rabu, (18/8/2021).
Sebelum Ia diterima menjadi anggota Polisi dan saat ini sedang mengikuti pelatihan di Tanjung Batu, Kepri, sebelumnya Anton memang sudah mempersiapkan diri secara matang seperti olahraga fisik dan beberapa olahraga mental lainnya.
Sebelum dinyatakan lulus seleksi Polisi sebelumnya Anton merupakan anak pekerja keras, dirinya sering menggantikan ayahnya mengantarkan koran dari rumah ke rumah.
"Saat ayah sakit, sayalah yang bantuin ayah mengantarkan koran dari subuh hingga pukul 9 hingga 10 pagi," ungkap Anton.
Alumni SMA Negeri 4 tiban tersebut kesehariannya memang merupakan anak yang biasa saja dan tidak terlalu menonjol dalam berbagai hal baik di sekolah maupun di lingkungan tempat ia tinggal.
Anak kedua dari pasangan Hery Suryono (50) dan Siti Munasaro (49) bahkan kesehariannya suka bergaul bukan dengan anak sebayanya, namun dirinya suka bergaul dengan anak-anak SD di lingkungannya.
Ia bahkan pernah dimarahi oleh orang tuanya lantaran suka bergaul dengan anak kecil, namun Ia tetap bersikukuh untuk tetap bermain dengan anak-anak tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/18082021muhammad-anton-hery-putra.jpg)