Ryan Jombang Babak Belur Nekat Tagih Utang ke Bahar bin Smith, Bibir Pecah Muka Bengkak
Dua terpidana di Lapas Gunung Sindur terlibat cekcok berujung perkelahian dan mengejutkan duel itu melibatkan Ryan Jombang dan Habib Bahar bin Smith
TRIBUNBATAM.id - Dua terpidana dalam Lapas Gunung Sindur terlibat cekcok berujung perkelahian.
Mengejutkan ialah yang berduel Habib Bahar bin Smith dan Ryan Jombang alias Very Idham Henyansyah.
Pengacara Ryan Jombang, Kasman Sangaji mengatakan kliennya dianiaya Bahar bin Smith karena persoalan utang.
Sekadar informasi, Ryan Jombang merupakan terpidana kasus pembunuhan berantai dan dijatuhi hukuman mati.
Sedangkan Bahar bin Smith terpidana kasus penganiayaan terhadap dua remaja dan divonis 3 tahun penjara.
"Bukan selisih paham tapi Ryan yang dianiaya Habib Bahar," kata Kasman Sangaji.
Baca juga: Habib Bahar Duel dengan Ryan Jombang, Terpidana Pembunuhan dan Penganiayaan Cekcok Dipicu Uang
Menurutnya persoalan ini terjadi dipucu saat Habib Bahar meminjam uang ke Ryan Jombang.
Namun Bahar bin Smith, kata Kasman, menolak membayar utang tersebut.
"Lalu Ryan dianiaya, intinya begitu," kata Kasman seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Kasman, utang Habib Bahar bin Smith ke Ryan Jombang mencapai Rp 10 juta.
"Pinjam bertahap Rp 10 juta.
Belum dibayar, Habib Bahar yang berutang," kata Kasman.
Belum jelas untuk apa uang tersebut digunakan oleh Habib Bahar bin Smith.
Kasman Sangaji menuturkan akibat dianiaya Bahar bin Smith, Ryan Jombang mengalami luka serius di wajah.
Bahkan menurut Kasman, Ryan Jombang sempat muntah darah.
Baca juga: Fakta Istri Bahar bin Smith Meninggal Karena Kecelakaan, Pengacara: kejadiannya di Tol Cipali
"Muka dan bibir pecah dan bengkak.
Dan muntah darah," kata Kasman
Saat ini, kata Kasman, Ryan Jombang masih menjalani perawatan di klinik Lapas Gunung Sindur.
"Sekarang masih dirawat di klinik," ujar Kasman.
Atas kejadian ini, kata Kasman, Ryan Jombang berencana melaporkan Habib Bahar bin Smith ke polisi.
"Ada (rencana lapor polisi) tapi kami lagi kumpulkan bukti-bukti," kata Kasman.
Sementara itu Kepala Lapas Gunung Sindur, Mujiarto justru memberi keterangan berbeda.
Menurut Mujiarto, Ryan Jombang bukan dianiaya oleh Habib Bahar bin Smith.
"Nggak, bukan menganiaya.
Jadi ada persisihan di lapas.
Itu, kan, sulit dihindari perselisihan, tapi sudah selesai," kata Mujiarto seperti dikutip dari TribunJabar.
Mujiarto memastikan kondisi Ryan Jombang baik-baik saja dan tidak mengalami luka serius.
"Nggak, sedikit biasalah, tapi di lapas itu biasalah.
Jadi saya ngobrol biasa sama dia, nggak kelihatan lukanya, perselisihan sudah selesailah," katanya.
Menurut Mujiarto, kasus tersebut sudah diselesaikan.
Ryan Jombang pun mengakui dirinya salah.
"Sudah kami selesaikan, dalam arti, Ryan juga tidak keberatan.
Memang dia yang salah, ada kesalahanlah, biasa di lapas," ucapnya.
Habib Bahar merupakan terpidana kasus penganiayaan anak di bawah umur yang juga santrinya.
Baca juga: Heboh Pembunuhan Berantai di Bogor, Masih Ingat Ryan Jombang? Jalani Puasa Kifarat di Penjara
Kedua anak di bawah umur itu dianiaya karena mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar saat berada di Bali.
Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang menjadi narapidana kasus pembunuhan.
Ia membunuh 11 orang di Jakarta dan Jombang, kampung halamannya dengan rentang waktu 2006 hingga 2008.
Kasusnya terbongkar dimulai dengan penemuan potongan tubuh Heri Santoso (40) seorang manager di perusahaan swasta di Jakarta, di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan pada 12 Juli 2008.
Dia dijatuhi hukuman mati, namun hingga saat ini belum kunjung dieksekusi.
Sementara, Habib Bahar bin Smith divonis 3 tahun dalam kasus penganiayaan terhadap dua orang remaja.
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
(*/ TRIBUNBATAM.id/ Tribunnews.com / TribunJabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bahar-dan-tyan.jpg)