Kasus Covid-19 di Batam Menurun, Orangtua Murid Minta Pemerintah Segera Buka Belajar Tatap Muka
Proses belajar mengajar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti, memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 semakin menurun di Kota Batam, dan ini jelas hal yang mengembirakan.
Untuk itu sejumlah orangtua siswa meminta pemerintah untuk membuka kembali proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.
Namun proses belajar mengajar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti, memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun ataupun handsanitizer.
"Jumlah kasus kan semakin menurun, pemerintah buka kembali dong proses belajar tatap muka di sekolah. Kasihan anak-anak dirumah. Mau jadi apa kalau sudah besar nanti. Kalau orangtua pasti ngajarnya gak maksimal," ujar Seorang Warga Batam Center yang merupakan seorang orangtua murid di SDS Batam Center, Tania, Senin (23/8/2021).
Padahal, lanjut dia, anak-anak lebih banyak juga bermain-main dirumah ketimbang belajar. Kadang berkumpul dengan teman-temannya sekomplek untuk bermain bersama.
"Tidak mungkin kita kurung-kurung terus di rumah. Apalagi udah kelas 5 SD udah mengerti bermain. Bermain sepeda aja terus," kata Tania.
Ia berharap pemerintah bisa mempetimbangkan kembali kebijakan ini. Sehingga peserta didik bisa kembali belajar tatap muka di sekolah sesuai mekanisme yang diatur.
Belajar mengajar sembari menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti, memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun ataupun handsanitizer.
"Misalnya 50 persen sekolah, 50 persen belajar di rumah. Nah begitu mekanismenya. Minggu depannya gantian misalnya anak-anak yang masuk. Jadi masih terbantu," katanya.
Sementara itu, orangtua lainnya, Yusniar mengaku anak perempuannya sudah masuk pesantren sewaktu jumah kasus Covid-19 masih meningkat. Itupun harus disetujui orang tuanya.
"Saya setujui, Nia (anak perempuannya) sebelum masuk pesantren di swab dulu. Kalau hasilnya negatif baru boleh masuk dan tak diperbolehkan pulang sampai sekarang," ujar warga Legenda Malaka ini.
Menurutnya, selama anaknya di Pesantren pasti lebih aman dan terhindar dari virus Covid-19. Lantaran mereka tidak diperbolehkan keluar dan tak diperbolehkan menerima apapun dari luar pesantren.
"Jadi masih steril disanalah. Insya Allah aman terhindar dari Covid-19, amin," kata wanita berkerudung merah ini.
Seperti diketahui, kasus baru Covid-19 di Kota Batam bertambah 23 kasus, pada Minggu (22/8/2021).
Dari jumlah tersebut, terdapat 9 kasus konfirmasi bergejala, 5 kasus konfirmasi tanpa gejala, dan 9 kasus konfirmasi kontak.
Di hari yang sama, telah dipulangkan pula 37 pasien sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.
Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Batam mencapai 25.256 kasus, yang mana 24.091 di antaranya telah sembuh, 787 orang meninggal dunia, dan 378 pasien sedang dirawat.
"Saat ini tingkat kesembuhan mencapai 95,3 persen, tingkat kasus aktif 1,4 persen, dan tingkat kematian 3,1 persen," ungkap Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.
Hingga kini, pasien-pasien Covid-19 pun masih banyak yang menjalani isolasi mandiri, yakni sebanyak 176 orang. Sedangkan lainnya dirawat di Asrama Haji sebanyak 68 kasus, dan 21 pasien di RS Budi Kemuliaan.
"Data BOR saat ini dari 723 bed di ruang isolasi, terisi 12,59 persen, sedangkan di ICU terdapat 50 bed, dengan keterisian 26 persen," tambah Didi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23072021vaksinasi-pelajar-di-vihara-duta-maitreya.jpg)