Kamis, 4 Juni 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Dr Sri Langgeng Ratnasari SE MM : Pemerintah Harus Segera Eksekusi Anggaran

Pengamat ekonomi Dr Hj Sri Langgeng Ratnasari SE MM meminta pemerintah harus segera eksekusi anggaran. Simak wawancara khususnya berikut

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra |
tribunbatam.id/istimewa
Wakil Rektor IV UNRIKA, Dr Hj Sri Langgeng Ratnasari, S.E, M.M 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Beberapa tahapan penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri semakin menggembirakan.

Meskipun dua kota utama, Batam dan Tanjungpinang, masih PPKM level 3, namun beberapa pelonggaran mulai dilakukan, terutama sekali sektor perdagangan yang selama ini ditutup seluruhnya atau sebagian saat pandemi meledak.

Pemerintah saat ini mulai menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terkapar selama hampir dua tahun terakhir.

Mulai dari kerja sama Pemprov Kepri dengan Bank Riau Kepri untuk memberi kredit tanpa bunga bagi UMKM hingga Gebyar Melayu Pesisir yang digelar Bank Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga membuat tiga POJK baru agar perbankan bisa semakin gesit mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi digital.

Bagaimanakah menggerakkan sektor ekonomi, termasuk sektor keuangan saat ini?

Tribun Batam mengundang pengamat ekonomi yang juga Wakil Rektor lV Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, Dr Hj Sri Langgeng Ratnasari, SE, MM dalam Webilog, Senin (24/8/2021).

Baca juga: Cerita Warga Afganistan di Batam : Gara-gara Taliban Kami Kehilangan Semuanya

Berikut petikannya:

Dalam kondisi pandemi ini, seberapa berdampaknya lembaga keuangan seperti bank atau koperasi di Kepri?

Berdampak pasti, baik perbankan maupun koperasi, apalagi perbankan bukan pelat merah atau swasta

Dampaknya seperti apa?

Tentu seperti pinjaman modal atau kredit yang tidak lancar. Mengingat –terutama-- para pelaku UMKM sebagai nasabah mengalami penurunan pendapatan. Mereka kesusahan mencicil pinjaman yang otomatis berpengaruh pada perputaran uang di bank tersebut. Terutama sekali BPR (Bank Perlkreditan Rakyat) pasti paling berdampak karena modalnya terbatas. Termasuk juga koperasi.

Apakah ada lembaga keuangan yang sampai kolaps akibat pandemi?

Sampai saat ini, yang saya ketahui belum ada. Mereka kan punya aturan batas pemberian kredit yang disesuaikan dengan modal dan aset mereka. Bahkan Bank Riau Kepri itu mengalami pertumbuhan di masa pandemi. Pertumbuhan pada industri pengolahan yang tidak terganggu oleh pandemi memberikan multiplier effect bagi bagi sektor keuangan.

Bagaimana upaya agar mereka tetap eksis?

Mungkin bisa memberikan diskon potongan bunga bagi nasabah yang bisa membayar cicilan kredit tepat waktu. Alhamdulilah, Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebut, pertumbuhan ekonomi mulai merangkak naik pada angka 6,9 persen. Hal ini tentunya merupakan kabar gembira bagi lembaga keuangan di Kepri karena sektor riil mulai tumbuh lagi, sehingga mereka bisa menyiapkan skema pembiayaan baru lagi.

Bagaimana pendapat Anda terkait program Pemprov Kepri memberikan pinjaman tanpa bunga kepada UMKM?

Tentunya program tersebut menjadi stimulus bagi para pelaku UMKM agar bisa bertahan, bahkan menggerakkan usaha lagi dengan keringanan tersebut. Berbagai upaya memang harus dilakukan untuk mendorong mereka bangkit lagi.

Anda punya saran untuk Pemprov Kepri dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi?

Masukan dari saya adalah, kunci pertumbuhan ekonomi itu adalah realisasi pembelanjaan APBD karena kontribusi anggaran pemerintah itu sangat besar bagi ekonomi daerah. Semakin cepat melakukan eksekusi, semakin besar dampaknya pada ekonomi secara keseluruhan. Karena itu, pemerintah harus mempercepat realisasi APBD di berbagai sektor, baik pembangunan dan lainnya. Ini akan memutar uang lebih banyak di tengah masyarakat. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved