Breaking News:

Perjuangan Warga Desa Lancang Kuning Bintan Dapat Sertifikat Tanah Berbuah Manis

Perwakilan warga Desa Lancang Kuning Bintan secara simbolis mendapatkan sertifikat tanah. Desa ini menjadi pilot project Kampung Reforma Agraria Kepri

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Perjuangan Warga Desa Lancang Kuning Bintan Dapat Sertifikat Tanah Berbuah Manis. Foto Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah kepada warga, Selasa (31/8/2021) 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI Dr Surya Tjandra SH LLM berkunjung ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (31/8/2021) siang.

Dalam kunjungannya, Wakil Menteri ATR itu melaksanakan sejumlah agenda kegiatan. Di antaranya peninjauan landing point Jembatan Batam Bintan, serta melakukan penyerahan sertifikat tanah dalam pelepasan kawasan hutan di Desa Lancang Kuning, Kabupaten Bintan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas berlangsungnya kegiatan kunjungan ke landing point Jembatan Batam Bintan.

Begitu juga dengan kegiatan Reforma Agraria dan penyerahan sertifikat pelepasan kawasan hutan menjadi permukiman.

Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena terkait kepastian hukum dan peningkatan ekonomi di Desa Lancang Kuning, Kabupaten Bintan.

Baca juga: Wakil Menteri ATR Resmikan Desa Lancang Kuning Bintan Jadi Kampung Reforma Agraria

Baca juga: Ansar Gesa Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Datangkan Wakil Menteri ATR ke Kepri

Sementara itu Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan menuturkan, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah hingga pemerintah pusat agar proses pelepasan kawasan hutan lindung dapat segera terselesaikan.

Sehingga masyarakat memiliki kepastian hukum serta dapat memanfaatkan lahan sebaik-baiknya bagi peningkatan kesejahteraan.

Bersama dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Wakil Menteri ATR Surya Tjandra meresmikan Desa Lancang Kuning di Tanjung Uban Bintan sebagai Kampung Reforma Agraria sekaligus penyerahan sertifikat redistribusi tanah dan pelepasan kawasan hutan pada Selasa (31/8/2021).
Bersama dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Wakil Menteri ATR Surya Tjandra meresmikan Desa Lancang Kuning di Tanjung Uban Bintan sebagai Kampung Reforma Agraria sekaligus penyerahan sertifikat redistribusi tanah dan pelepasan kawasan hutan pada Selasa (31/8/2021). (tribunbatam.id/istimewa)

Sekadar informasi, Desa Lancang Kuning menjadi pilot projects Kampung Reforma Agraria di Kepri. Desa ini terdiri dari 2 RW dan 4 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 451 orang.

Desa Lancang Kuning mempunyai luas wilayah sekitar 743,62 ha yang secara keseluruhan diklaim sebagai kawasan hutan. Padahal masyarakat telah hidup dan mendiami tanah-tanah itu secara turun temurun.

Pada tahun 2020 lalu, pemerintah telah melepaskan lahan seluas 41,98 hektare dari kawasan hutan dan telah disertifikatkan pada tahun 2021 ini seluas 18,8 ha atau sebanyak 276 bidang tanah.

"Tadi secara simbolis diserahkan 25 sertifikat kepada perwakilan masyarakat Desa Lancang Kuning, Kabupaten Bintan," kata Roby seusai penyerahan sertifikat dan penandatanganan prasasti. (*/tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Bintan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved