BATAM TERKINI
Rp 200 Miliar Terancam Hangus, Ini 2 Opsi Merugikan dari Pengembang Baru ke 500 Konsumen Oxley Batam
Konsumen Oxley Batam mengaku mendapat 2 opsi yang sama-sama merugikan dari pengembang pengganti Oxley. Rp 200 miliar terancam hangus jika tak sepakat.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Komisi I DPRD Kota Batam akan meneruskan kasus Oxley Apartemen ke Konjen Singapura dan Dubes Singapura untuk Indonesia yang berada di Kota Batam.
Pasalnya ada sebanyak 500 konsumen yang membeli apartemen di Oxley.
"Uang yang sudah masuk ke Oxley sekitar Rp 200 Miliar," ujar Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Batam, Lik Khai saat berada di ruangannya, Rabu (1/9/2021).
Tak hanya itu, Lik Khai juga tampak menyayangkan ketika PT Wiwoa Miti Karya Batam ingin mengambil alih proyek ini, tidak disertai denga Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Bahkan tidak menyelesaikan tanggungjawabnya kepada konsumen yang telah membayar.
Ironisnya lagi, PT Wiwoa Miti Karya Batam memberikan 2 pilihan yang merugikan kepada konsumen.
Apabila konsumen ingin dipulangkan uangnya, dicicil 36 kali.
Kedua, jika ingin dilanjutkan lagi pembangunannya maka biaya apartemen akan mengalami kenaikan sekitar 30 persen dari harga sebelumnya.
Kalau konsumen tidak setuju dengan opsi keduanya, maka uang konsumen akan hangus.
"PT Oxley menyatakan dia failed. Ini kan lucu. Ketika PT Wiwoa Miti Karya Batam mengambil alih harusnya menyelesaikan kewajiban PT Oxley," kata Lik Khai.
Baca juga: PPKM Level 3 di Batam Berakhir 6 September, Amsakar Optimis Level Bakal Turun
Komisi I sudah meminta kepada DPM PTSP agar tidak menerbitkan surat IMB yang baru. Bahkan ia mendukung BP Batam harus mencabut perizinan lahan ini.
"Kita menganjurkan jangan ada lagi transaksi jual beli di lahan itu. Kita akan RDP ulang, panggil Ombudsman, DPM PTSP, LHKPN, Imigrasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kita mengharapkan masalah ini bisa tuntas dan jangan rakyat kita dibodoh-bodohi orang Singapura," katanya.
Ia menambahkan Komisi I sebenarnya mendukung PT Wiwoa Miti Karya Batam mengambil alih asalkan hak konsumen harus dikembalikan.
Kewajiban PT Oxley diselesaikan.
"Lucunya kita panggil kemarin Marketing Oxley, dia tak tau mau dibangun berapa tower dan berapa lantai. Kan aneh ditanya malah tak tau," sesal Lik Khai lagi.
Sebelumnya diberitakan konsumen Oxley Apartemen yang berlokasi di persimpangan Gelael, Batam Center mendatangi DPRD Kota Batam, Selasa (31/8/2021).
Kedatangan konsumen yang diketahui bernama Purwandhani Prananingrum ini, diketahui guna mengadukan PT. Oxley Karya Indo Batam (KIB) selaku pengembang, yang dinilai gagal dalam melakukan pembanguna proyek yang dimulai sejak tahun 2017 lalu.
"Awalnya saya berinvestasi disana karena memang lokasi apartement yang sangat strategis. Dan berada tepat di tengah kota. Tapi sampai saat ini tidak ada satupun tanda-tanda pembangunan proyek, hanya ada lahan kosong saja," ujarnya.
Didampingi Marketing dari Oxley Apartemen, Purwandhani juga menuturkan bahwa keputusan melaporkan hal ini ke DPRD Kota Batam, juga didukung oleh pihak marketing yang awalnya menawarkan unit apartemen. Sebagai salah satu konsumen pertama, ia mengaku telah melakukan perjanjian pembelian apartemen Oxley Convertion City di tower B unit 12-27.
Purwadhani menerangkan, unit apartemen yang dipesan olehnya dijual dengan harga lebih dari Rp 700 juta, sementara untuk uang yang telah dikeluarkan nya, diakuinya telah mencapai Rp 400 juta.
"Sudah 60 persen uang saya masuk ke pengembangan. Tapi sampai tidak ada yang saya dapat sampai saat ini," katanya.
Ironisnya, saat ini PT. Oxley Karya Indo Batam (KIB) sebagai pengembang Oxley Apartemen, berencana mengganti nama menjadi One Avenue yang akan dikembangkan oleh PT. Wiwoa Miti Karya Batam.
Hal ini sendiri, langsung diumumkan oleh pengembang kepada para konsumen, yang masih menanti pembangunan apartemen tersebut.
Mengaku sudah bosan menunggu realisasi janji dari pengembang, hal inilah yang menjadi alasan bagi dirinya dan beberapa konsumen lain untuk meminta kembali uang yang telah disetorkan kepada pengembang.
"Kedatangan saya kesini juga mewakili beberapa konsumen lain. Intinya kami sudah tidak peduli akan berubah kemana, namun kami hanya meminta agar uang kami dikembalikan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/31082021konsumen-oxley-datangi-dprd-batam.jpg)