Breaking News:

Soal Belajar Tatap Muka di Wilayah Level 1-3, Kadisdik Kepri: Kita Ikut Aturan Daerah

Kadisdik Kepri Muhammad Dali menyebut, saat ini Pemprov Kepri masih meniadakan kegiatan belajar tatap muka di kabupaten/kota di Kepri

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Soal Belajar Tatap Muka di Wilayah Level 1-3, Kadisdik Kepri: Kita Ikut Aturan Daerah. Foto Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penerapan belajar tatap muka masih menjadi pro dan kontra di Kepri saat ini di tengah pandemi covid-19.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim sebelumnya memberikan izin sekolah tatap muka untuk wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3. Termasuk di Kepri.

Untuk saat ini pemerintah lewat Kemdikbudristek fokus mengembalikan anak-anak ke pembelajaran tatap muka (PTM) dengan cara yang paling aman, yakni protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Alasannya, kita tidak bisa terus menunggu hingga pandemi Covid-19 ini tidak ada, walaupun angka-angka kasusnya sudah mulai turun di Indonesia.

Tetapi pandemi ini tentunya akan menjadi suatu hal yang berkelanjutan. Insyaallah tidak akan ada seperti varian delta lagi, tetapi tetap saja kita tidak bisa terus menunda pembelajaran tatap muka,” katanya dalam “30 Minutes with Mendikbudristek”, Nadiem Makarim, Selasa (17/8/2021) lalu.

Jadi kebijakannya, saat ini mengakselerasi untuk PPKM level 1-3 melakukan PTM terbatas yang bisa dilakukan sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri. Yakni 50 persen kapasitas dari semua sekolah wajib melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat 3M, tidak ada aktivitas lainnya seperti makan bersama ataupun hal lainnya.

Baca juga: Beda Sikap Mendikbud Ristek dan Pemprov Kepri Soal Belajar Tatap Muka

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Siswa SMA/SMK di Kepri Digelar Tak Lama Lagi, Ini Kata Kadisdik

Jadi hanya sekolah masuk kelas dan keluar pulang.

Namun Nadiem menegaskan langkah tersebut harus dilakukan rotasi karena hanya diizinkan 50 persen dari kapasitas yang diperbolehkan. Jadi PTM itu sama sekali berbeda dengan pembelajaran tatap muka sebelum pandemi.

“Jadi kita harus mulai mempersiapkan diri dan belajar caranya dengan prokes ketat. Ini tentunya tidak memaksa orang tua yang tidak nyaman untuk anaknya tidak mau ke sekolah.

Itu adalah hak orangtua mau memilih melakukan PTM terbatas atau masih tetap memilih belajar dari rumah,” ungkap Nadiem.

Tetapi sesuai dengan SKB 4 Menteri yang terakhir, kebijakan pemerintah untuk sekolah-sekolah di wilayah PPKM level 1-3 yang tenaga pengajarnya sudah divaksin lengkap, mereka wajib membuka opsi pembelajaran tatap muka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved