Sabtu, 25 April 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Melihat Geliat Pariwisata dan Ekonomi Batam saat Pandemi Covid-19

Pariwisata Batam sempat terpuruk dihantam pandemi Covid-19. Bagaimana kondisinya sekarang? Berikut petikan wawancara eksklusifnya.

|
TribunBatam.id/Istimewa
News Webilog Tribun Batam edisi Senin (6/9/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, tidak lepas dari bergeliatnya sektor pariwisata.

Pasalnya sektor pariwisata cukup berperan penting dalam peningkatan perekonomian di berbagai wilayah.

Perkembangan kasus Covid-19 kian menurun.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM pun diperkirakan dapat turun level seiring dengan menurunnya jumlah kasus positif.

Dalam News Webilog Tribun Batam bertema "Gairahkan Pariwisata, Geliatkan Ekonomi" berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang kondisi pariwisata Batam, Senin (6/9/2021).

Menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata.

Beserta Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Kepri, Surya Wijaya, simak pembahasan Tribun Batam perihal pariwisata Batam.

Berikut petikan wawancara eksklusifnya.

TB: Bagaimana situasi perkembangan pariwisata di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam ini?

SW: Kami pelaku pariwisata di Kepulauan Riau sebenarnya tidak pernah menyangka kondisinya akan terpuruk seperti ini.

Padahal di tahun 2019 lalu, sebenarnya pariwisata sedang jaya-jayanya.

Kemudian awal tahun 2020 pandemi Covid-19 datang, dan kami dari travel agent, dan tour guide ini tidak pernah menyangka jadi seperti ini.

Walaupun bulan Juni 2020 lalu pak Walikota membuat terobosan membuka kembali sektor industri dengan catatan tertentu.

Itulah kebangkitan awal pariwisata sejak pandemi, sampai sekarang kami masih berjuang.

AR: PPKM cukup panjang tapi levelnya sedang diturunkan, dan ini menjadi hasil kerja bersama.

Penentuan level ditetapkan secara nasional dilihat dari beberapa indikator, salah satunya jumlah kasus.

Baca juga: Gelar Acara NGAMEN, Aspabri Dukung Kebangkitan Sektor Pariwisata di Kepri

Baca juga: Kunjungan Dispar Kepri, Lingga Persiapkan Kebangkitan Pariwisata di Era Next Normal

Sekarang kami tengah mempercepat vaksinasi yang sudah mencapai 76 persen.

Dengan adanya penurunan level ini, kelonggaran di tempat-tempat wisata pun bisa dilakukan.

Maka sekarang kita lihat mal-mal sudah dibuka, tempat-tempat wisata dan kuliner juga boleh beroperasi dengan kapasitas 50 persen misalnya.

Teman-teman pelaku pariwisata juga sudah mulai menggelar event dengan menerapkan protokol kesehatan.

TB: Bagaimana dampak pandemi bagi para pelaku usaha pariwisata?

AR: April 2021 kasus naik lagi, dan para pelaku usaha pariwisata di Kepri pun mencari kegiatan lain untuk menutupi kebutuhan hidup di tengah melemahnya pariwisata.

Ada yang berjualan makanan, dan bahkan ada yang membuka usaha tanaman.

Maka kemarin kami sempat menggelar event pameran tanaman hias, yaitu Batam Flower Festival, yang animo pesertanya banyak sekali.

SW: Setelah kita berhenti sejenak, mereka pelaku usaha menjalankan usaha sesuai pasionnya masing-masing.

Saya katakan Aspabri tidak akan menjadi event organizer karena agak repot nanti.

Sebab jika suatu asosiasi menjadi EO akan ada masalah, harus punya tim dan pendanaan dan ada risiko kerugian dan keuntungan.

Di Aspabri tidak ada masalah, semua kegiatan kami di event masih bisa bertahan.

Untungnya semua anggota asosiasi juga sudah divaksin berkat Dinas Pariwisata Kota Batam.

Baca juga: 3.000 Pelaku Pariwisata dan Ekraf di Batam sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

TB: Seperti apa upaya pemerintah dan juga asosiasi dalam mengembalikan gairah pariwisata?

SW: Kami dari Aspabri punya uang kas, dan dari situ kami membuat agenda "Aspabri Goes to Kepri", yaitu ada 17 frame trip.

Beberapa di antaranya di Lingga, Tanjungpinang, Bintan, dan Batam.

Di situ kami membuat dokumentasi objek-objek pariwisata untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa pariwisata sudah buka lagi. Itu semua menggunakan dana urunan.

Selain itu kami juga mencoba membuat wisata minat khusus.

Potensi wisata bahari di Kepri itu menjadi sebuah daya tarik, maka dari itu kami membuat wisata minat khusus, contohnya seperti paket diving murah yang hanya Rp 250 ribu saja.

Program-program seperti itu yang kami buat untuk menggairahkan kembali pariwisata bahari.

AR: Tempat wisata sudah buka.

Sekarang kita lebih fokus bagaimana menjaring wisatawan domestik, sembari kita mempersiapkan kedatangan wisman melalui travel bubble.

Pemko Batam juga telah memberikan insentif, seperti penundaan pembayaran pajak, penghapusan denda pajak, dan lain sebagainya, ini juga menjadi salah satu rangsangan.

TB: Apakah ada informasi perkembangan terkini tentang kemungkinan wisatawan mancanegara masuk kembali ke Batam?

AR: Covid 19 terhadap border.

Kami sudah dua kali mendapat spesial dari pemerintah pusat di awal-awal bulan Juni, orang-orang asing yang diizinkan untuk masuk ke Indonesia.

Beberapa waktu lalu pemerintah telah membuka lampu hijau bagi Batam untuk menerima wisman pemegang kitas.

Baca juga: Daniel Hutagalung Jabat Direktur Eksekutif BPPD Kepri, Berharap Pariwisata Kepri Lebih Baik

Maka itu, sampai sekarang kita masih menerima wisman, meski jumlahnya tidak banyak.

Nah, sekarang kita menunggu yang namanya travel bubble.

Kami harapkan pembukaan travel bubble nantinya jangan hanya di wilayah Nongsa saja tapi juga Batam secara keseluruhan.

Kami masih menunggu kapan waktunya, sembari itu kami terus mempersiapkan diri dengan melengkapi tempat-tempat wisata dengan protokol kesehatan.

SW: Sebelum berbicara tentang wisman, kami ingin memfokuskan dulu perihal kedatangan wisatawan domestik dan lokal.

Kami dari pelaku pariwisata sebenarnya berharap wilayah aglomerasi Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun tidak lagi ada pembatasan atau kewajiban tes Antigen, karena wilayah-wilayah itu sudah menjadi bagian dari kita.

Selain itu, untuk kedatangan wisman, saya kira teman-teman pelaku wisata sudah siap, sejak awal kami sudah menerapkan sertifikasi CHSE.

Saya berharap ini bisa langsung diterapkan.

Tapi perlahan, kalau PPKM sudah turun kita buka untuk domestik dan lokal dulu, sembari menunggu kebijakan G2G dengan pemerintah luar negeri.

Kami ingin sektor pariwisata hidup kembali, karena pariwisata itu dapat membantu sektor yang lain.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Wawancara Eksklusif

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved